Politik

Minta Restu Para Dewa, Caleg Datangi Klenteng Tay Kak Sie Semarang

×

Minta Restu Para Dewa, Caleg Datangi Klenteng Tay Kak Sie Semarang

Sebarkan artikel ini
caleg beribadah di tay kak sie semarang
Salah satu pengunjung sedang beribadah di Klenteng Tay Kak Sie Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Mendekati 14 Februari, para calon legislatif (caleg) yang maju dalam kontestasi Pemilu 2024 seakan tak cukup hanya dengan berkampanye. Berbagai cara mereka lakukan untuk bisa terpilih sebagai wakil rakyat. Tak terkecuali dengan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di Kota Semarang sendiri, ada satu lokasi yang tak ketinggalan menjadi primadona para caleg. Adalah Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tay Kak Sie Semarang yang berada di Gang Lombok Nomor 62, Kauman, Kecamatan Semarang Tengah.

Kepala Operasional Klenteng Tay Kak Sie, Andre Wahyudi mengungkapkan, para caleg di sekitar Kota Semarang berbondong-bondong mendatangi klenteng terbesar di kota lumpia itu. Hanya saja, Andre menegaskan jika Klenteng Tay Kak Sie tidak menerima segala bentuk kampanye.

“Silahkan datang tanpa membawa atribut apapun, memohon kepada dewa supaya terkabul. Tapi sekali lagi, saya nggak bisa membantu mempromosikan karena ada aturan bahwa klenteng tidak boleh untuk kampanye,” ucapnya saat beritajateng.tv temui, Rabu, 24 Januari 2024.

BACA JUGA: Cara Caleg di Semarang Rebut Suara Rakyat, Mendadak Rajin Ibadah, Datangi Tempat Sakral hingga Minta Jimat

Andre menjelaskan, para caleg yang datang ke Klenteng Tay Kak Sie tidak hanya berasal dari etnis Tionghoa. Bahkan, caleg dari berbagai agama juga turut bersembahyang di sini.

Menurut Andre, hal tersebut bisa terjadi lantaran para caleg beranggapan bahwa melalui tempat ibadah klenteng, mereka akan mendapat restu dan diyakini bisa membantu kesuksesan mereka dalam pemilihan nantinya.

“Namanya tempat ibadah auranya positif, bisa menjadi kekuatan buat dia untuk berani tampil. Jadi dari berbagai unsur boleh berusaha. Bukan cuma sekedar orasi tapi mereka memang berusaha mohon restu dari berbagai unsur agama,” tambahnya.

Etnis Tionghoa kini semakin banyak yang berpolitik

Lebih lanjut, Andre sendiri mengakui jika saat ini, masyarakat beretnis Tionghoa semakin leluasa dalam berpolitik. Hal itu terbukti dari semakin banyaknya etnis Tionghoa yang maju sebagai caleg, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

Hanya saja, selama ini belum banyak anggota dewan yang membawa perubahan signifikan terhadap etnis Tionghoa.

“Sebetulnya saya tidak merasakan apa-apa, tidak ada perubahan. Misal bantuan, mungkin mereka menganggap klenteng suka bagi-bagi jadi ngapain dikasih bantuan, jadi untuk keberadaan support dari pemerintah, DPRD, sampai sekarang belum,” tuturnya.

BACA JUGA: Caleg Anti Mainstream Berebut Suara di Jateng, Cosplay jadi Ultraman Gemoy Hingga Mengaku Bisa Gila Jika Tak Terpilih

Ia pun berpesan kepada para caleg khususnya dari etnis Tionghoa agar tidak hanya menebar janji-janji belaka. Apalagi menurutnya, caleg yang belum pernah duduk di legislatif cenderung gampang lupa terhadap janji-janji selama kampanye.

“Semoga mereka bisa membawa aspirasi rakyat, jadi bukan cuma sekadar ngasih janji, ngasih bingkusan, tapi saat sudah jadi malah sok sibuk di parlemen. Ingetlah yang di bawah ini,“ tandasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp