Politik

Cara Caleg di Semarang Rebut Suara Rakyat, Mendadak Rajin Ibadah, Datangi Tempat Sakral hingga Minta Jimat

×

Cara Caleg di Semarang Rebut Suara Rakyat, Mendadak Rajin Ibadah, Datangi Tempat Sakral hingga Minta Jimat

Sebarkan artikel ini
caleg | KPU Pilgub
Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tvPemilu 2024 semakin dekat. Menjelang pemungutan suara pada Rabu, 14 Februari 2024 nanti, para calon legislatif (caleg) seperti yang ada di Semarang masih semangat dalam mencari dukungan suara.

Mulai dari menyebar baliho, menemui rakyat secara langsung, hingga melakukan kegiatan-kegiatan berbau spiritual. Bahkan, tak jarang para caleg di Semarang mendatangi tempat-tempat mistis untuk berburu jimat.

Hal tersebut rupanya banyak terjadi di Kota Semarang. Ketua Semarangker, Pamuji Yuwono, membeberkan banyak caleg yang datang kepadanya untuk meminta jimat atau mantra. Akan tetapi, Pamuji mengaku telah berkomitmen untuk menolak permintaan semacam itu.

“Kalau minta jimat atau barang-barang klenik saya tidak bisa ngasih, dan itu (jimat) memang suatu pelarangan yang di agama, itu suatu kemusyrikan. Tapi kalau petunjuk agar menang sih kalo dari saya ya, dekatkan dengan Allah bagi yang muslim. Kalau non muslim seusai agamanya monggo,” ungkap Pamuji saat beritajateng.tv hubungi, Rabu, 24 Januari 2024.

BACA JUGA: Caleg Anti Mainstream Berebut Suara di Jateng, Cosplay jadi Ultraman Gemoy Hingga Mengaku Bisa Gila Jika Tak Terpilih

Sebagai Ketua Semarangker, Pamuji memang sering menjelajah ke tempat-tempat angker. Nah selama menjelajah itu, tak jarang ia menemukan benda mistis. Namun demikian, Pamuji tidak pernah sengaja mengoleksi benda-benda mistis itu lantaran dekat dengan kemusyrikan.

Oleh karena itu, ia hanya bisa memberi saran bagi caleg yang beragama Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sholat taubat minta ampun atas dosa-dosa terdahulu, sholat sunah seperti sholat dhuha dan sholat tahajud, hingga puasa Senin-Kamis.

“Buat para caleg siapapun itu pasti punya agama, crosscheck saja dengan kitab suci agamanya, dibenarkan atau tidak. Kalau di Islam jelas tidak diperbolhakan karena kemusyrikan,” imbuhnya.

Sesuai Al-Quran dan hadist

Selain itu, tak sedikit caleg di Semarang yang kemudian mendadak menjadi religius hingga mengunjungi makam-makam leluhur. Pamuji pun tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

Hanya saja, niat untuk mengunjungi makam haruslah benar.

“Kalau saya pribadi jelas minta hanya kepada sang pecipta, Allah SWT. Jadi mengunjungi pemakaman boleh kalau untuk mendoakan leluhur, tapi untuk minta-minta jelas tidak boleh,” tegasnya.

Lagi-lagi, Pamuji menghimbau agar para caleg Semarang menaati pedoman hidup yang telah ada. Misalnya bagi muslim yakni sesuai Al-Quran dan hadist. Jangan sampai, hanya untuk meraih kursi parlemen menghalalkan segala cara yang menyimpang dari ajaran agama.

BACA JUGA: PDIP Jateng Instruksikan Ribuan Caleg dan Tim Siber Mulai Bergerak Menangkan Pemilu

“Kalau memang sudah ditakdirkan Anda jadi dewan, pasti jadi kok. Jadi cari jalannya yang diridhoi Allah ya, jangan jalan yang sesat atau jalan yang musyrik,” pesannya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp