SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang kembali menghadapi tantangan laga tandang pada pekan kedelapan Championship 2025/2026. PSIS dijadwalkan bertemu Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Awalnya, pertandingan tersebut seharusnya berlangsung di Stadion Jatidiri, namun mengalami perubahan lokasi setelah pengajuan resmi dari manajemen PSIS.
Panitia Penyelenggara PSIS mengajukan surat permohonan penukaran jadwal kandang dan tandang kepada operator liga. Permohonan tersebut disertai pertimbangan kondisi keamanan di Semarang yang dinilai belum stabil.
BACA JUGA: Tandang dan Tumbang, PSIS Semarang Keok 0-2 dari Deltras, Laskar Mahesa Jenar Kian Terpuruk
Setelah mendapatkan persetujuan dari manajemen Persela, pihak liga akhirnya menyetujui permintaan itu.
CEO Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal, menegaskan pihaknya tidak keberatan jika harus menjadi tuan rumah terlebih dahulu.
“Kami selaku manajemen, apabila hal ini tidak mengganggu tim, kami oke saja,” ujarnya, beberapa waktu yang lalu.
Perubahan jadwal laga pengaruhi persiapan PSIS jelang hadapi Persela
Sementara itu, karteker PSIS Ega Raka Galih mengakui perubahan jadwal ini cukup memengaruhi persiapan tim. PSIS baru saja bertanding melawan Deltras FC di Sidoarjo dan kini harus kembali melakukan perjalanan ke Lamongan.
“Kami harus siap dengan keputusan ini. Waktu persiapan singkat, tapi fokus tetap kami jaga karena laga selanjutnya juga berat,” tutur Ega, Rabu, 29 Oktober 2025.
Ega menuturkan, timnya memanfaatkan waktu terbatas untuk memperkuat strategi. Setelah satu sesi pemulihan fisik, skuad PSIS langsung berfokus memperbaiki lini pertahanan. Ia berharap kesalahan yang terjadi di laga sebelumnya tidak kembali terulang.
BACA JUGA: Hancur Lebur di Stadion Jatidiri, PSIS Semarang Terbantai Telak PSS Sleman 0-5
“Kami tekankan pertahanan lebih solid. Saat menyerang, kami gunakan transisi cepat dan counter attack yang sudah kami latih,” jelasnya.
Selain memperbaiki pertahanan, Ega juga meminta para pemain menjaga fokus dan disiplin penuh selama pertandingan. Menurutnya, konsentrasi menjadi kunci agar Laskar Mahesa Jenar tak kembali kebobolan cepat seperti beberapa laga sebelumnya.
“Anak-anak harus fokus, lebih disiplin, dan konsisten dengan rencana permainan yang sudah kami siapkan,” tandasnya. (*)





