Kekerasan Seksual Anak Meningkat, Ancaman Tak Hanya di Rumah dan Sekolah
Menanggapi lonjakan kasus kekerasan seksual terhadap anak, Ema menilai hal tersebut mengindikasikan anak-anak semakin rentan di berbagai ruang, baik di rumah, sekolah, maupun ruang digital.
“Berarti anak itu enggak aman di manapun. Di rumah paling banyak terjadi. Kemudian bullying biasanya di sekolahan,” ujarnya.
Selain itu, Ema menyebut tren baru kekerasan seksual juga muncul melalui media elektronik dan ruang digital.
“Sekarang tren lain adalah elektronik. Pornografi, ancaman-ancaman. Mungkin awalnya pacaran, terus ada foto atau video, lalu pelaku gunakan untuk mengancam. Itu sudah mulai banyak,” jelasnya.
Menurut Ema, kekerasan berbasis digital turut menyumbang tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di Jawa Tengah.
“Iya, itu menyumbang. Karena trennya cepat banget. Sudah masuk ke pelecehan digital,” pungkasnya.
Berdasarkan data DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, jumlah korban kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2025 menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Cegah Kekerasan Remaja, Polda Jateng Bakal Gelar Kejuaraan Tinju dan Kickboxing 2025 Piala Kapolda
Pada 2024, jumlah korban kekerasan terhadap perempuan tercatat sebanyak 1.019 orang, sementara korban anak mencapai 1.349 orang. Adapun pada 2025 hingga November, jumlah korban perempuan meningkat menjadi 1.075 orang, sedangkan korban anak naik menjadi 1.558 orang.
Data tersebut menunjukkan peningkatan paling signifikan terjadi pada kelompok anak.
Ditinjau dari jenis kekerasan terhadap perempuan dewasa, pada 2024 kasus paling dominan adalah kekerasan fisik sebanyak 410 kasus atau 50,55 persen, disusul kekerasan psikis 218 kasus atau 26,88 persen, serta kekerasan seksual 87 kasus atau 10,73 persen.
Sementara pada 2025 hingga November, kekerasan fisik masih menempati posisi teratas dengan 546 kasus atau 38,59 persen, kemudian kekerasan psikis 506 kasus atau 35,76 persen. Namun, kekerasan seksual terhadap perempuan mengalami peningkatan signifikan menjadi 211 kasus atau 14,91 persen.





