SEMARANG, beritajateng.tv – Legislator berharap Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Krisseptiana, mengatakan, perhelatan lomba keagamaan MTQ Nasional di Semarang tersebut menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha di Kota Semarang khususnya.
Aktivitas masyarakat dari perhelatan MTQ Nasional selama berada di Semarang berpotensi meningkatkan transaksi di berbagai sektor, terutama kuliner dan produk oleh-oleh.
“Dengan adanya kegiatan skala nasional ini, sehingga mungkin yang datang banyak yang berbelanja. Sehingga akan memberikan dampak ekonomi untuk warga Kota Semarang,” katanya, Senin, 14 September 2026.
Pamerkan Produk dan Kuliner Jawa Tengah
Selain transaksi dari para pengunjung, Krisseptiana menyoroti keberadaan pameran yang melibatkan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pameran tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan makanan, minuman, produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Ada produk makanan, minuman, ada pameran-pameran juga. Baik yang diadakan oleh seluruh kabupaten kota di Jawa Tengah, kemudian di Kota Semarang juga ada,” katanya.
Menurutnya, momentum MTQ Nasional XXXI dapat membuat masyarakat dari luar daerah mengenal lebih jauh potensi ekonomi yang dimiliki Kota Semarang dan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.
BACA JUGA: 5 Jenis Lomba Kaligrafi MTQ Nasional 2026 di Semarang, Peserta Capai 380 Orang
“Sehingga ada masyarakat dari luar Jawa Tengah, bisa melihat bagaimana potensi-potensinya Kota Semarang dan juga kabupaten lain,” ujarnya.
Kehadiran warga hingga perwakilan dari daerah lain dinilai menjadi salah satu peluang terciptanya dampak ekonomi selama kegiatan berlangsung.
“Saya yakin, pasti ada dampak positif di kegiatan yang diselenggarakan di Kota Semarang,” katanya.
Dampak Ekonomi Tak Hanya dari UMKM Jateng
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pameran UMKM dilakukan tak hanya dari provinsi ini. Melainkan juga datang dari daerah lainnya.
Luthfi bilang, kondisi tersebut menjadi peluang untuk mempertemukan berbagai potensi dan kearifan lokal dari masing-masing daerah.
“Artinya, ini merupakan suatu potensi ekonomi yang kita kembangkan. Di antara kearifan atau potensi wilayahnya masing-masing,” katanya.
Luthfi juga memperkirakan besarnya potensi perputaran uang selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Menurut Luthfi, potensi transaksi yang tercipta dapat mencapai dari Rp1,2 triliun.
“Artinya MTQ ini tidak hanya punya dampak sosial, tetapi juga dampak ekonomi,” ucapnya.
Lebih jauh, Luthfi mengatakan, penyelenggaraan MTQ dapat memperkuat citra Jawa Tengah sebagai daerah yang memiliki potensi investasi, pariwisata, dan kuliner. (*)
Editor: Diaz A Abidin





