Peristiwa

Muntah Darah di Lantai, Begini Kronologi Juru Parkir di Pasar Bulu Semarang Tewas Misterius di Kursi Kafe

×

Muntah Darah di Lantai, Begini Kronologi Juru Parkir di Pasar Bulu Semarang Tewas Misterius di Kursi Kafe

Sebarkan artikel ini
tewas magelang // TNI
ilustrasi mahasiswi unnes tewas. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di Pasar Bulu Semarang, tepatnya di halaman Hans Kopi Cafe, pada Selasa, 30 Januari 2024, pukul 06.00 WIB.

Ketika ditemukan telah meninggal dunia di Pasar Bulu Semarang, terdapat muntahan darah di dekat pria tersebut.

Keadaan kematian korban seseorang rekam dalam video amatir yang lantas tersebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban tergeletak di atas kursi kafe.

BACA JUGA: Bocah Tenggelam di Sungai Bringin Semarang Meninggal Dunia

Identitas pria yang meninggal di Pasar Bulu Semarang ini ialah Sofian Hasori (38), seorang warga Bandarharjo Semarang Utara.

Kompol Sucipto, Kapolsek Semarang Selatan, menjelaskan awal mula petugasnya mendatangi pria yang meninggal secara tidak wajar di Pasar Bulu tersebut.

Sucipto menjelaskan bahwa sekitar pukul 05.30 WIB, seorang saksi yang sedang membersihkan halaman pasar melihat korban masih berjalan sambil muntah di luar pagar. Kemudian, korban berbaring di kursi.

BACA JUGA: Pria di Semarang Meninggal Gantung Diri, Sempat Adu Mulut dengan Istri

Pada pukul 06.00 WIB, saksi melihat bahwa korban tidak bergerak dan terdapat muntahan dari korban di bawah kursi. Selanjutnya, saksi segera menghubungi babinkamtimas dan bersama rekamannya melihat kondisi korban.

“Dia bilangnya mengenal korban sebagai tukang parkir Apotik Kimia Farma Jl. Pemuda Semarang,” ujar Sucipto.

Setelah mengetahui bahwa korban telah meninggal, polisi segera membawa jenazah menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Kariadi untuk proses visum luar.

BACA JUGA: Tewas Satu Demi Satu, Begini Kronologi 4 Pemuda Meninggal Usai Pesta Miras Oplosan di Dadapsari Semarang

Terkait penyebab kematian, polisi menjelaskan bahwa korban tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan.

“Menurut perkiraan korban meninggal dugaannya karena sakit,” ungkapnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp