Jateng

Naik Dibanding Tahun Lalu, Produksi Beras Jawa Tengah Diproyeksi Capai 1,93 Juta Ton di Awal 2026

×

Naik Dibanding Tahun Lalu, Produksi Beras Jawa Tengah Diproyeksi Capai 1,93 Juta Ton di Awal 2026

Sebarkan artikel ini
Produksi Beras
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Ali Said, saat memaparkan data produksi pangan dalam Rapat Koordinasi "Jawa Tengah Lumbung Pangan Nasional" di Kantor DPD RI Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat, 6 Maret 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras di Provinsi Jawa Tengah pada awal 2026 akan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, menyebut potensi produksi beras pada Januari hingga Maret 2026 perkiraan mencapai 1,93 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi daripada periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 1,69 juta ton.

“Produksi beras ini perkiraan akan mencapai selama Januari-Maret 2026 adalah 1,93 juta ton meningkat dengan tahun 2025 yang sebesar 1,69 juta ton. Jadi ini angka potensi,” ujar Ali Said dalam Rapat Koordinasi bertajuk “Jawa Tengah Lumbung Pangan Nasional” di Kantor DPD RI Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat, 6 Maret 2026.

BACA JUGA: Bulog Jateng Pastikan Stok Beras Aman Jelang Ramadan, Cadangan 300 Ribu Ton Cukup hingga 7 Bulan

Ia menjelaskan angka tersebut masih berupa potensi yang hitungannya berdasarkan perkiraan luas panen dan produktivitas. Oleh karena itu, realisasi produksi dapat berubah apabila terjadi gangguan seperti bencana atau faktor lain di lapangan.

“Potensinya adalah 1,93 juta ton jika tidak terjadi bencana atau hal-hal lain yang mempengaruhi produksi,” jelasnya.

Produksi Padi di Jawa Tengah Tahun 2025 Naik 4,64 Persen

Berdasarkan data BPS hasil Kerangka Sampel Area (KSA) amatan Desember 2025, produksi padi di Jawa Tengah sepanjang Januari-Desember 2025 tercatat sebesar 9,30 juta ton gabah kering giling (GKG).

Ali menuturkan, angka tersebut meningkat 4,64 persen daripada produksi padi pada 2024 yang mencapai 8,89 juta ton.

Kenaikan produksi padi tersebut juga terlihat pada beberapa periode panen. Pada periode Januari-April 2025, produksi padi tercatat sebesar 4,21 juta ton atau meningkat 12,39 persen daripada periode yang sama pada 2024 yang sebesar 3,75 juta ton.

Sementara itu pada periode September-Desember 2025, produksi padi tercatat 1,93 juta ton atau meningkat 3,58 persen daripada periode yang sama tahun sebelumnya.

Potensi Produksi Padi Awal Tahun 2026 Perkiraan 3,36 Juta Ton

Ali menambahkan, potensi produksi padi di Jawa Tengah pada Januari hingga Maret 2026 perkiraan mencapai 3,36 juta ton. Perkiraan tersebut berasal dari potensi produksi padi Januari sebesar 0,45 juta ton, Februari 1,06 juta ton, dan Maret 1,85 juta ton.

“Kalau selama Januari-Maret ini di 2026 perkiraan akan ada sebanyak 3,36 juta ton,” jelas Ali.

Menurutnya, perkiraan tersebut berasal dari hasil pengamatan siklus pertumbuhan tanaman padi menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA).

BACA JUGA: BI dan Kementerian Luncurkan Pedoman CSA Biochar untuk Dorong Produktivitas Padi

Dalam paparannya, Ali juga menyebut sejumlah kabupaten di Jawa Tengah menjadi penyumbang produksi padi terbesar pada 2025.

Kabupaten Cilacap menempati posisi pertama dengan produksi padi sekitar 758 ribu ton. Berlanjut Kabupaten Grobogan sekitar 724 ribu ton dan Kabupaten Sragen sekitar 690 ribu ton.

Selain itu, sejumlah daerah juga mencatat peningkatan produksi padi daripada tahun sebelumnya. Di antaranya Kabupaten Cilacap, Blora, Pati, Wonogiri, dan Banyumas.

“Secara umum yang produksinya tertinggi adalah Cilacap, Grobogan, kemudian Sragen,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp