Nana menilai, raihan prestasi itu patut mendapat apresiasi, mengingat inovasi tersebut harus bersaing dengan sekitar 500 kabupaten/kota lain di Indonesia.
BACA JUGA: Cegah Perdagangan Orang, Kantor Imigrasi Semarang Kini Hanya Layani Pengajuan E-Paspor
“Tentunya ini menggugah kabupaten-kabupaten dan kota yang lain untuk berinovasi,” ujar Nana.
Ia mengatakan, inovasi merupakan bagian dari keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kinerja birokrasi. Melalui inovasi, pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan juga berdampak pada kesejahteraannya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk berharap, pemerintah daerah yang berhasil mendapatkan penghargaan mampu menginspirasi daerah lain. Hal tersebut memacu dan menumbuhkan inovasi, agar daya saing, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa terus meningkat.
Ribka menambahkan, jumlah inovasi dan partisipasi dalam IGA Award tahun 2024 ini menjadi capaian tertinggi dalam sejarah pelaksanaan IGA. Kenaikannya mencapai 11,14%. Total inovasi yang diikutsertakan sebanyak 31.715 inovasi atau bertambah 3.180 inovasi. Sementara itu, tingkat partisipasinya sebanyak 529 pemda, dari total 546 pemda yang ada di Indonesia. (*)





