Jateng

Nilai TKA Tertinggi Masuk SMAN 1 Semarang Tembus 93, Piagam Tinggi Tak Jamin Lolos Jalur Prestasi

×

Nilai TKA Tertinggi Masuk SMAN 1 Semarang Tembus 93, Piagam Tinggi Tak Jamin Lolos Jalur Prestasi

Sebarkan artikel ini
spmb sman 1 semarang
Ketua SPMB SMAN 1 Semarang Budi Handoyo saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan daftar ulang SPMB di kompleks SMAN 1 Semarang, Senin, 22 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Dari yang kemarin tertinggi [nilai TKA] 93, jadi artinya memang TKA-nya kalau enggak kuat ya memang berat. Sekarang piagamnya tinggi tapi kalau TKA-nya rendah ya memang enggak bisa ngangkat, karena [bobot TKA] 50 persen sendiri, sehingga itu menjadi bagian penentu,” tutur Budi.

Ia menjelaskan, sistem menghitung nilai rapor dengan bobot 50 persen dan nilai TKA dengan bobot 50 persen. Setelah itu, sistem baru menambahkan nilai dari piagam kejuaraan maupun prestasi organisasi.

“Jadi 50 persen nilai rapor dan 50 persen nilai TKA itu baru ditambahkan dengan piagam. Sehingga istilahnya game changer ya TKA itu pada tahun ini. Dua mapel sampai menentukan banget,” ungkapnya.

Dalam hematnya, nilai TKA yang tinggi mampu mengangkat posisi calon murid dalam persaingan jalur prestasi.

“Sehingga memang itu jadi ketika kualitasnya, anak TKA-nya bagus ya dengan sendirinya dia akan terangkat,” lanjut Budi.

SMAN 1 Semarang Catat 692 Pendaftar

Selain mencatat persaingan ketat pada jalur prestasi, SMAN 1 Semarang juga menerima jumlah pendaftar yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Budi mengatakan sebanyak 692 calon murid menjalani proses verifikasi berkas di sekolah tersebut selama tahapan SPMB berlangsung. Jumlah tersebut melampaui angka tahun lalu yang berada di kisaran 500 pendaftar.

“Kemarin yang melakukan verifikasi di sini mencapai 692 anak, meningkat. Tahun lalu hanya berkisar 500 pendaftar, sekarang mencapai 692. Jadi lumayan meningkat tajam,” kata Budi.

Menurutnya, peningkatan jumlah pendaftar turut dipengaruhi kapasitas pelayanan sekolah yang mampu menampung banyak calon murid saat proses verifikasi berlangsung.

“Kemarin situasinya agak penuh karena kebetulan kita membuka pelayanan di aula yang besar, sehingga calon murid baru melihat kita masih mampu menampung pendaftar, dan akhirnya yang datang jauh lebih banyak,” terangnya.

Rebut 432 Kursi dari Empat Jalur Penerimaan