SEMARANG, beritajateng.tv – Satpol PP bakal membongkar puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Kaligawe, Kota Semarang menjelang normalisasi saluran air yang mulai pekan depan.
Satpol PP Kota Semarang menertibkan 57 lapak PKL yang berdiri di atas saluran, mulai dari depan Terminal Terboyo hingga perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
Penertiban ini bertujuan untuk membuka akses alat berat dan pekerja saat normalisasi berlangsung.
Pemkot menargetkan pekerjaan tersebut dapat berjalan tanpa terhalang bangunan maupun lapak di sepanjang saluran.
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, mengatakan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum yang bakal memulai normalisasi pada Senin pekan depan. Pekerjaan mencakup saluran dari kawasan Terboyo hingga perbatasan Demak dengan panjang sekitar empat kilometer.
“Senin pekan depan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum sudah akan melakukan normalisasi saluran dari Terboyo sampai batas kota arah ke Demak sepanjang kurang lebih empat kilometer. Penertiban 57 lapak PKL agar pekerjaan normalisasi berjalan lancar dan tidak terhalang oleh PKL yang berdiri di atas saluran,” kata Kusnandir.
Penertiban menyasar lapak di sisi kiri dan kanan Jalan Kaligawe. Satpol PP menjalankan pembongkaran bersama Ditjen Bina Marga serta jajaran Kecamatan Genuk dan Gayamsari.
Namun, pembongkaran belum seluruhnya selesai. Enam lapak masih tersisa karena pemiliknya sedang memasak saat petugas melakukan penertiban.
“Besok kami lanjutkan karena tadi ada enam pedagang sudah terlanjur memasak. Jadi, kami beri dispensasi dan besok kami bersama pedagang membongkar sisanya,” ujar Kusnandir.
Ia menegaskan, pembongkaran tidak berjalan tanpa pemberitahuan. Petugas bersama Kementerian Pekerjaan Umum telah beberapa kali menyampaikan peringatan agar pedagang membongkar lapaknya secara mandiri.
“Kami sudah sampaikan peringatan. Namun, karena tidak mau bongkar mandiri, hari ini kami bantu bongkar,” katanya.
Normalisasi saluran Kaligawe menjadi perhatian karena kondisi saluran karena semakin memprihatinkan. Endapan lumpur dan sampah menumpuk sehingga mengurangi kapasitas aliran air.
Kusnandir mengatakan pekerjaan tidak hanya berupa pengerukan sedimen. Pemerintah juga akan memperkuat pondasi di sisi kiri dan kanan saluran.
BACA JUGA: Detik-Detik Tim SAR Evakuasi Warga Pemalang dari Sumur Sedalam 12 Meter
“Kondisi saat ini saluran penuh dengan sedimen lumpur dan sampah. Selain pengerukan saluran, juga akan ada penguatan pondasi kiri-kanan saluran,” ujarnya.
Pekerjaan tersebut harapannya dapat memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan maupun banjir, terutama saat musim hujan.
Di sisi lain, Satpol PP mencatat penertiban PKL di kawasan tersebut bukan kali pertama terlaksana. Lapak yang pernah di tertibkan beberapa kali kembali berdiri di tepi jalan maupun di atas saluran.
Kondisi itu tidak hanya menghambat aliran air, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di Jalan Kaligawe.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Satpol PP akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang. Salah satu opsi yang akan di bahas adalah mengarahkan pedagang agar dapat menempati area Terminal Terboyo.
“Nanti kita sampaikan upaya tersebut kepada Dinas Perdagangan dan juga perlu kesadaran dari para pedagang,” tandas Kusnandir. (*)





