Pendidikan

Oasis Schoolyards Semarang Dampingi Lima Sekolah Hadapi Perubahan Iklim

×

Oasis Schoolyards Semarang Dampingi Lima Sekolah Hadapi Perubahan Iklim

Sebarkan artikel ini
Oasis Schoolyards Semarang Dampingi Lima Sekolah Hadapi Perubahan Iklim
Penutupan dan Showcase Program Green School OASIS Schoolyards Semarang. Beberapa capaian utama dari program OASIS Schoolyards meliputi peningkatan kapasitas guru, integrasi pendidikan ketangguhan terhadap perubahan iklim di sekolah dan transformasi halaman sekolah. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Lima sekolah dasar dan madrasah di Kota Semarang telah tuntas terdampingi program OASIS Schoolyards Semarang dalam ketangguhan menghadapi perubahan iklim dan perancangan ruang terbuka hijau menjadi area multifungsi.

Program OASIS Schoolyards Semarang ini berjalan selama sembilan bulan. Hasilnya, mampu memperkuat ketangguhan sekolah menghadapi risiko banjir rob dan gelombang panas. Sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dini.

Ini merupakan program hasil kolaborasi PT Global Dairi Alami (MilkLife), Resilient Cities Network (R-Cities), dan Pemerintah Kota Semarang.

BACA JUGA:

Lima sekolah yang mendapat pendampingan yakni MI Darul Ulum, MI Mirfa’ul Ulum, SDN Gebangsari 01, SDN Kaligawe, dan SD Marsudirini Gedangan.

Kelimanya mendaparkan serangkaian pelatihan guru, pengembangan kurikulum dan perancangan halaman sekolah yang hijau berbasis solusi alam bersama siswa dan orang tua.

Capaian dan praktik baik lima sekolah tersebut pun tampak saat Penutupan & Showcase OASIS Schoolyards Semarang di Balaikota Semarang, Kamis, 12 Juni 2025.

Beberapa capaian utama dari program OASIS Schoolyards Semarang meliputi:

Peningkatan kapasitas guru

82 persen guru melaporkan peningkatan signifikan dalam metode pengajaran perubahan iklim, dan 59 persen merasa jauh lebih percaya diri dalam mengedukasi komunitas.

Integrasi pendidikan

ketangguhan terhadap perubahan iklim di sekolah: 29 modul ajar dikembangkan dan diterapkan, didukung SOP pengelolaan sampah, air, energi, tanaman, dan sanitasi.

Transformasi halaman sekolah

Lima ruang terbuka yang multifungsi dengan menerapkan prinsip desain berbasis solusi alam dikembangkan bersama siswa dan orang tua. Meningkatkan interaksi sosial dan membangun budaya peduli lingkungan dan praktik ketangguhan iklim

Koordinator Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Ananto Kusuma Seta mengatakan program tersebut membuktikan cara kerja prinsip pendidikan perubahan iklim sejalan dengan kebijakan nasional dan kerangka internasional telah berhasil diterjemahkan ke dalam konteks sekolah di Indonesia.