SEMARANG, beritajateng.tv – Memperingati Dies Natalis ke-58, Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali menggelar pentas seni wayang kulit pada Jumat 9 Juni 2023. Pementasan wayang kulit kali ini dibawakan oleh Dalang Ki Sigit Ariyanto dengan mengangkat cerita Wahyu Dayaningrat.
Pagelaran Wayang kulit berlangsung semalam suntuk di lapangan Rektorat, Kampus Sekaran, Gunungpati sejak pukul 20.00 WIB. Sebelum pagelaran wayang, Rektor Unnes, Prof Dr S Martono MSi menyerahkan wayang Abimanyu kepada Ki Sigit Ariyanto sebagai tanda mulainya pentas.
Dalam sambutannya, Martono menyebut pentas wayang kulit tahun ini spesial karena merupakan pentas pertama kali yang berlangsung setelah adanya pandemi Covid-19.
BACA JUGA: Video Rajin Bersihkan Sungai dari Sampah, Pandawara Group Dapat Anugerah Konservasi dari Unnes
Selain itu, pagelaran wayang kulit merupakan komitmen Unnes dalam menjaga dan melestarikan budaya Jawa. Ia melanjutkan, status Unnes yang telah berbadan hukum atau PTN-BH sejak 2022 tak mengendurkan semangat itu.
“Kita ingin terus melestarikan budaya yang ada termasuk budaya Jawa. Mohon doa agar Unnes semakin berkibar dan unggul dalam segala bidang,” lanjutnya.
Dies Natalis Unnes juga diisi pentas ketoprak
Pementasan wayang semalaman suntuk tersebut tidak hanya dihadiri segenap pimpinan pada lingkup Unnes saja. Mahasiswa dan warga sekitar pun antusias menikmati lakon dari Ki Sigit Aryanto.
Ki Sigit Ariyanto sendiri merupakan dalang muda dari Rembang yang terkenal dengan segala kreatifitas, inovasi dan kedekatannya dengan penonton muda dari segala penjuru daerah.
BACA JUGA: Dies Natalis ke 58, Unnes Gelar Festival Gerak Jalan Konservasi
Ia menyandang gelar S.Sn di belakang namanya. Gelar tersebut ia dapat setelah menamatkan pendidikan seni pedalangan di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta pada tahun 2002 lalu.
Selain menggelar wayang kulit, sebelumnya Unnes juga menggelar pentas ketoprak dengan lakon “Kembang Cempaka Mulya” pada 29 Mei 2023 lalu. Yang menarik, pemain ketoprak tersebut terdiri dari para pimpinan Unnes yaitu Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, dan pejabat struktural lainnya.
Pegelaran wayang dan pentas ketoprak sendiri merupakan agenda rutin Unnes setiap tahun yang bertepatan dengan puncak Dies Natalis. Hal tersebut dalam rangka komitmen Unnes sebagai Universitas Konservasi, yakni dalam bidang konservasi budaya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





