SEMARANG, beritajateng.tv – Belakangan ramai kasus pemalsuan piagam marching band SMPN 1 Semarang oleh sang pelatih dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Tengah 2024 SMA/SMK.
Piagam kejuaraan virtual marching band yang SMPN 1 Semarang peroleh dari Malaysia pada tahun 2022 ternyata telah si pelatih palsukan.
Piagam yang mestinya menunjukkan peringkat juara 3 (bronze), pelatih ubah menjadi juara 1 untuk anggota marching band gunakan dalam pendaftaran PPDB tahun 2024 ini.
Oleh karena itu, 69 siswa SMPN 1 Semarang terbukti menggunakan piagam palsu tersebut untuk mendaftar di sejumlah SMA dan SMK negeri melalui jalur prestasi.
Sebagai tanggapan atas kejadian ini, Kepala SMPN 1 Semarang, Siminto, bertindak tegas dengan memberhentikan sementara pelatih marching band berinisial S sampai masalah pemalsuan piagam ini beres.
“Sudah saya pecat sementara sampai masalah selesai,” ujar Siminto, beberapa waktu yang lalu.
Pelatih pemalsu piagam marching band SMPN 1 Semarang hilang entah ke mana
Saat ini, keberadaan pelatih marching band SMPN 1 Semarang tersebut masih belum jelas. Pihak kepolisian juga tengah mencarinya karena menganggapnya sebagai saksi kunci dalam kasus pemalsuan piagam dalam tersebut.
Polrestabes Semarang sendiri telah memanggil pelatih S, namun ia tidak hadir. Status penanganan kasus ini pun telah naik ke tahap penyidikan. Pihak penyidik sudah bisa melakukan upaya paksa untuk mengumpulkan bukti.
Sementara itu, Indah, salah satu orang tua siswa SMPN 1 Semarang, bersama orang tua lainnya mengetahui masalah piagam tersebut pada hari terakhir pendaftaran PPDB Jawa Tengah, yakni 27 Juni 2024.
BACA JUGA: Meski Teranulir, Nama Siswa Pengguna Piagam Palsu Marching Band Masih Terpampang di Hasil PPDB





