“Membeli produk Indonesia adalah menjadi salah satu cara kita untuk berkontribusi meningkatkan ekonomi nasional. Jadi saya berharap untuk masyarakat yang datang ke sini jangan jadi rohali alias rombongan hanya lihat-lihat. Monggo kita apresiasi produk Indonesia dengan jadi rojali, yaitu rombongan jajan dan beli,” pungkas Hendi.
Dia pun menegaskan jika kualitas produk dalam negeri sebenarnya tidak kalah dengan produk impor, hanya saja kebanyakan masyarakat masih kurang bangga bila memakai merek Indonesia.
Hal itu disebutkan Hendi terlihat ketika beberapa merek kemudian menggunakan strategi penamaan asing untuk menggaet konsumen.
“Banyak kan yang kita kira merek luar padahal sebenarnya itu produk Indonesia. Sehingga sebenarnya kualitas produk Indonesia itu baik. Hanya minat masyarakat yang masih kurang. Sehingga fokus kita di situ,” tuturnya. (Ak/El)





