Panitia Pilkades Desa Wonokerto Dilaporkan Bacalon ke PTUN Semarang

Panitia Pilkades Desa Wonokerto Dilaporkan Bacalon ke PTUN Semarang

Demak, 5/9 (BeritaJateng.tv)- Menindaklanjuti kasus yang menimpa dirinya akibat dicoret dari bakal calon kepala desa Wonokerto, kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Siti Hani Aisyah secara resmi bersama kuasa hukumnya mengajukan permasalahan ini ke pihak kepolisian.

Kasus dugaan kecurangan yang dilakukan Panitia Pilkades Wonokerto, yang dialaminya, Siti Hani Aisyah, menggandeng Tim Advokat Farid Aminudin untuk melakukan gugatan terhadap Panitia Pilkades Wonokerto.

Hani mengatakan, jika gugatan yang dirinya lakukan sudah merupakan langkah terakhir setelah mengajukan keberatan ke Dinpermades Kabupaten Demak.

“Hasil rekomendasi dari Dinpermades mengatakan jika pencalonan diri saya dilanjutkan namun tidak dihiraukan oleh pihak panitia, mengajukan gugatan ke polres Demak itu langkah saya untuk mencari keadilan,” tegas Siti Hani.

Sementara itu menurut Garis Aminudin pengacara Siti Hani Aisyah mengatakan, dengan tidak menindaklanjutinya surat rekomendasi dari Dinpermades, Tim Advokat akan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

“Dengan bersikukuhnya untuk tetap menghentikan pencalonan klien kami (Siti Hani Aisyah), ini artinya, panitia Pilkades Wonokerto memilih opsi e, yaitu, apabila Panitia Pilkades Wonokerto tidak menindaklanjuti ketentuan sebagaimana huruf c dan d, maka akibat administrasi baik gugatan tata usaha negara, perdata, dan pidana menjadi tanggung jawab penuh Ketua Pilkades Wonokerto. Hal ini tentunya menjadi keputusan yang merugikan hak konstitusional Aisyah sebagai warga negara yang berhak memilih atau dipilih dalam kontestasi Pilkades,” terang Farid.

Farid menambahkan, Panitia Pilkades Wonokerto, ada dugaan tendensi untuk menghalang halangi agar Hani tidak bisa ikut dalam Pilkades Wonokerto dari pihak tertentu.

”Tentunya hal ini menambah kecurigaan kami kalau panitia tidak menjalankan tugas dengan profesional dan independent. Karena klien kami sudah melakukan upaya administrasi, maka kami selaku kuasa hukum akan melakukan upaya lanjutan yakni melakukan gugatan Ke PTUN Semarang, biar nanti Pengadilan yang akan memutus jika terbukti panitia telah telah melakukan pelanggaran hukum maka setelah selesai gugatan PTUN,” tambah Farid.

Seperti diberitakan sebelumnya, Siti Hani Aisyah, salah satu Bakal Calon Kepala Desa Wonokerto, dinyatakan gagal oleh panitia, lantaran kurangnya salah satu dokumen, meskipun sebelumnya semua persyaratan sudah mendapat checklis panitia.

Atas kejadian yang dialaminya tersebut, Hani mengajukan keberatan ke Dinpermades, yang langsung menindaklanjuti dengan merekomendasi Panitia untuk melanjutkan pencalonan Hani.

Ironisnya, meski sudah ada rekomendasi dari Dinpermades, dengan diketahui PJ Sekda Demak yang juga selaku Ketua Panitia Pilkades tingkat kabupaten, namun panitia Pilkades Wonokerto, tetap bersikukuh tidak melanjutkan Siti Hani Aisyah dalam pencalonan Pilkades Wonokerto. (BW/El)

Leave a Reply