DEMAK, beritajateng.tv – Ratusan warga protes dan melakukan unjuk rasa, buntut pencoretan nama Bacalon Pilkades dari daftar nama calon.
Kejadian tersebut berlangsung Kantor desa Sarirejo, Demak, Sabtu 2 September 2023.
Untuk kedua kalinya Kantor desa Sarirejo di datangi ratusan masa. Mereka merupakan masa pendukung salah satu bakal calon kepala desa Sarirejo, Jaringan.
Nama Jamingan rupanya telah di coret dari daftar nama calon oleh panitia Pilkades desa Sarirejo.
Aksi protes warga sempat berlangsung memanas lantaran ratusan masa masuk kedalam halaman gedung MTS Asy Syarifah.
Mereka berniat menjemput salah satu panitia Pilkades yang bekerja sebagai pengajar untuk mengikuti audiensi yang berlangsung di balai desa Sarirejo.
Meski sempat terjadi aksi protes di halaman gedung MTS namun tidak berlangsung lama. Lantaran puluhan aparat dari TNI/Polri berhasil memberikan arahan kepada pengunjuk rasa. Agar menjaga kondusifitas dan keamanan selama menyuarakan aspirasinya.
Menurut Muklisin, koordinator Masa pendukung Jamingan yang notabene merupakan Bacalon Pilkades yang di coret oleh panitia Pilkades.
Muklisin mengatakan, jika pihaknya merasa rugi atas keputusan kepanitiaan yang baru. Mengingat keputusan panitia lama nama Jamingan secara dah untuk mengikuti pencalonan Pilkades desa Sarirejo, kecamatan Guntur Kabupaten Demak.
“Intinya kami sebagai warga tidak terima dengan keputusan dari panitia karena tidak meloloskan bapak Jamingan,” tegas Muklisin.
Pria berambut gondrong ini mengaku jika merasa di permainkan oleh panitia Pilkades. Hingga sempat membuat gaduh di halaman MTS Asy Syarifah.
Akibat Coret Nama Bacalon Pilkades
Hal tersebut bukan karena sebab, lantaran panitia mengaku meghindar. Dan ada larangan untuk menanggapi apapun pernyataan dari masa pendukung bakal calon yang dicoret dari bursa Pilkades.
Perintah larangan tersebut berasal dari pihak BPD dan Pengawas Pilkades desa Sarirejo.
“Larangan itu memang benar di utarakan panitia Pilkades. Oleh karena itu kita meminta agar panitia di bubarkan atau di tunda. Jika memang tidak bisa menjelaskan alasan pencoretan Bacalon Pilkades Jamingan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades desa Sarirejo Abdul Rohman Wahid mengaku jika langkah yang mereka ambil merupakan hal paling mendesak.
Lantaran untuk menjaga kondusifitas keamanan yang sedang memanas dengan memutuskan untuk mundur dalam kepanitiaan Pilkades.
“Harusnya ini bukan wewenang kita sebagai panitia untuk berdiskusi dengan masa. Akan tetapi ini tugas BPD dan Panwas Pilkades,” tegas Abdul Rohman Wahid.
Abdul mengaku aksi mundur dari panitia tersebut akan segera ada pelaporan kepada pihak terkait. Dalam hal ini BPD dan Pengawas Pilkades bahkan sampai ke pemerintah kabupaten Demak. “Sesegera mungkin setelah pertemuan ini akan saya laporkan hasil kegiatannya. Intinya kami tidak ada intimidasi dari pihak manapun, ini murni dari hati nurani kami selaku panitia Pilkades,” tegasnya.
Meskipun sempat menimbulkan kemacetan di jalan utama desa Sarirejo, ratusan masa pendukung Jamingan dengan tertib meninggalkan balai desa Sarirejo.(*)
Editor: Elly Amaliyah





