Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip), Dr. Esther Sri Astuti, menilai perkembangan belanja online atau daring telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Banyak konsumen beralih ke marketplace atau media sosial karena harga lebih murah, banyak promo, dan barang dikirim langsung ke rumah,” katanya kepada beritajateng.tv, Sabtu, 24 Oktober 2026.
BACA JUGA: Nala Indonesian Tea, Teh Artisan Asal Batang yang Tembus Pasar Australia hingga Eropa
Menurutnya, kemudahan berbelanja secara daring membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan tanpa harus datang langsung ke pasar. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pedagang tradisional yang mengandalkan transaksi tatap muka.
Selain digitalisasi, Esther menyoroti melemahnya daya beli masyarakat. Tekanan finansial membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, termasuk mengurangi jumlah barang yang mereka beli.
“Kondisi ekonomi yang menantang, dan tekanan finansial tentunya. Ini membuat masyarakat menahan belanja atau memilih porsi kebutuhan yang lebih kecil,” ujarnya.
Kondisi Fisik Pasar dan Gaya Hidup Berubah
Esther juga menilai kondisi fisik pasar tradisional turut memengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja. Sejumlah pasar masih menghadapi persoalan kebersihan, sirkulasi udara, bau, hingga keterbatasan lahan parkir.
“Banyak pasar tradisional belum mendapat revitalisasi, sehingga terkesan panas, kurang bersih, bau, serta memiliki area parkir yang sempit,” kata Esther.
BACA JUGA: UMKM Kota Semarang Bidik Pasar Global, Buyer Mesir hingga India Siap Jajaki Produk Lokal
Menurutnya, kenyamanan menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam memilih tempat berbelanja. Pasar tradisional yang belum memiliki fasilitas memadai berpotensi kalah bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
Perubahan gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda dan keluarga modern, juga memengaruhi pilihan tempat belanja.
“Generasi muda dan keluarga modern lebih menyukai tempat belanja yang ber-AC, rapi, dan terintegrasi dengan hiburan seperti minimarket atau mal,” ucap dia.





