Jateng

Pasar Tradisional di Semarang Sepi Pembeli, Pengamat Soroti Turunnya Daya Beli dan Gempuran Belanja Online

×

Pasar Tradisional di Semarang Sepi Pembeli, Pengamat Soroti Turunnya Daya Beli dan Gempuran Belanja Online

Sebarkan artikel ini
Pedagang sayuran saat melayani pembeli di pasar Peterongan Kota Semarang, Sabtu, 24 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Pedagang sayuran saat melayani pembeli di pasar Peterongan Kota Semarang, Sabtu, 24 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah untuk merespons kenaikan harga pangan. Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dilakukan di sejumlah daerah dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota.

“Memang ada beberapa komoditas yang naik. Maka kami dari pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melakukan upaya-upaya seperti Gerakan Pangan Murah di beberapa daerah supaya nanti untuk menjaga kestabilan harga,” kata Widi di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Tengah, belum lama ini.

BACA JUGA: Bawa Santri Masuk Era AI, MES Jawa Tengah Targetkan Produk UMKM Jateng Go International

Menurut keterangannya, harga cabai memiliki kecenderungan mencapai Rp70 ribu per kilogram. Meski demikian, dia belum memastikan daerah dengan harga tertinggi karena masih perlu melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Memang ada kecenderungan sampai Rp70 ribu kemarin. Tetapi kami sudah melakukan upaya-upaya kerja sama dengan stakeholder yang lain. Kita melakukan GPM dan juga upaya-upaya yang lain,” katanya

Dia mengatakan, pelaksanaan GPM diprioritaskan melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota. Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah ketika harga komoditas pangan mengalami kenaikan. (*)

Editor: Diaz A Abidin

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp