“Nah, sehingga mungkin dari waktu ini yang mungkin agak terlalu lama, kemarin kan sebenarnya juga identifikasi ada beberapa ya, karena agak lama itu, akhirnya muncul-muncul bakteri, karena durasi waktu,” katanya.
Ia menambahkan, tata kelola MBG saat ini juga tengah menjadi perhatian pemerintah pusat. Sumarno menyebut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, akan melakukan perbaikan terhadap prosedur penyelenggaraan MBG. Sumarno mengatakan dirinya juga kerap berdiskusi mengenai perbaikan tata kelola MBG dengan salah satu rekannya yang kini bertugas sebagai deputi di BGN.
“Nah, dengan Kepala BGN yang baru Pak Sudaryono akan memperbaiki prosedur. Kami sangat terima kasih sekali,” imbuhnya.
Tak Harus Kepala SPPG yang Cicipi Makanan, Ada Ahli Gizi di Setiap Dapur MBG
Terkait kejadian Kepala SPPG di Karanganyar yang mengalami mual hingga muntah setelah mencicipi makanan, Sumarno tidak mendorong seluruh Kepala SPPG melakukan hal serupa.
Ia menegaskan, setiap SPPG telah memiliki ahli gizi yang memiliki tugas untuk melakukan penilaian awal terhadap makanan sebelum didistribusikan.
“Sebenernya kan di sana juga ada ahli gizi, masing-masing [SPPG] kan ada ahli gizi, mereka yang harusnya yang akan mengasesmen lebih awal,” jelasnya.
Sebab itu, Sumarno menilai proses pemeriksaan makanan seharusnya dapat terlaksana terlebih dahulu oleh tenaga yang memiliki kompetensi di bidang gizi.
“Tidak harus Kepala SPPG-nya. Tapi iya kan sebenarnya kan di sana ada ahli gizinya, ada ahli akuntansinya gitu,” pungkas Sumarno.
Sebelumnya, Kepala SPPG Jati, Desa Jati, Jaten, Karanganyar, Abra Yodha Raya, sempat mual hingga muntah saat mencicipi salah satu menu MBG. Ayam yang menjadi menu itu dibuang setelah diketahui tidak layak dikonsumsi.
Abra mengungkap kejadian tersebut menimpanya pada Rabu, 12 Agustus 2026, usai SPPG menerima laporan dari tim dapur bahwa menu ayam rempah berbau mencurigakan. Abra pun berinisiatif mencicipi sebelum menunya terbagikan.





