“Kami akan intervensi dengan program subsidi di daerah yang naiknya cukup tinggi. Kami selektif, gak semua daerah di Jateng kami intervensi. Kalau sekarang, Kota Surakarta, Kendal, sama Kota Semarang yang subsidi harga karena demand-nya tinggi,” pungkas Dyah. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





