Jateng

Pembangunan Jembatan Nogososro Mulai Pekan Depan, Jadi Solusi Banjir Wilayah Tlogosari dan Muktiharjo

×

Pembangunan Jembatan Nogososro Mulai Pekan Depan, Jadi Solusi Banjir Wilayah Tlogosari dan Muktiharjo

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Jembatan Nogososro Mulai Pekan Depan, Jadi Solusi Banjir Wilayah Telogosari dan Muktiharjo
Kepala DPU Kota Semarang Suwarto mengecek jembatan Nogososro yang akan dibangun permanen pada pekan mendatang. (Ellya/beritajateng.tv)

Dia pun menjelaskan, pembangunan jembatan darurat saat itu menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) mengingat saat itu terjadi banjir.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Semarang menganggarkan pembangunan jembatan permanen pada APBD 2024.

Pembangunan Gunakan APBD Rp 3,9 Miliar

Pihaknya tidak dapat menganggarkan pada APBD Perubahan tahun lalu melalui swakelola mengingat. Saat perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) menelan sebesar Rp 3 miliar.

“Kalau swakelola sesuai peraturan walikota maksimal Rp 1 miliar. Padahal, jembatan itu begitu kami hitung RAB-nya Rp 3 miliar. Sehingga, harus ada lelang,” terang Mbak Ita, sapaannya.

Sedangkan, proses lelang, ujar dia, membutuhkan waktu cukup panjang mulai dari penentuan pemenang lelang, masa sanggah, hingga kontrak. Saat ini, pemenang lelang sudah ada dan akan segera ada pembangunan.

“Mungkin kemarin kurang tersosialisasi bahwa ini masih proses. Kebetulan kemarin masuk media. Saya sampaikan teman-teman PU untuk sosialisasi memberikan informasi agar masyarakat paham bawa jembatan ini tidak lambat tapi sesuai prosedur,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua LPMK Tlogosari Kulon, Adi Pratondo juga mengucapkan terima kasih kepada walikota yang telah menerima aspirasi warga. Aspirasi ini telah pihaknya ajukan sejak 2021. Namun, saat itu, pandemi Covid-19 tengah melanda sehingga baru bisa di anggarkan pada 2024 inu.

“Kami harap air yang melimpas bisa teratasi dengan peninggian jembatan. Kalau jembatannya tinggi dan ada talud, air tidak akan masuk (ke kampung, Red),” ujarnya.

Selama ini, jelas Adi, air sering melimpas hingga ketinggian 40 – 50 sentimeter. Di wilayah Tlogosari, air bisa merendam rumah warga hingga dua hari karena saluran yang tidak lancar. Pembangunan Jembatan Nogososro, harapannya bisa menjadi pemecah persoalan banjir di wilayah tersebut.

“Kalau banjir, semua terdampak. Ekonomi terdampak, kerja terdampak, anak sekolah juga,” sebutnya.

Berharap Segera Selesai

Sementara itu, Ketua LPMK Muktiharjo Kidul, Muslim mengatakan, volume kendaraan di jalan tersebut sangat ramai, terlebih saat pagi dan sore hari. Oleh karena itu, dia berharap pembangunan tidak terlalu lama.