SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan anggaran Rp121 miliar untuk program Universal Health Coverage (UHC) pada 2026 guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Salah satu fokusnya adalah membantu warga mendapatkan jaminan kesehatan, termasuk mereka yang kehilangan kepesertaan bantuan iuran dari pemerintah pusat.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pemerintah kota menanggung iuran jaminan kesehatan bagi warga agar mereka tetap bisa mengakses pelayanan medis ketika membutuhkan pengobatan.
“Kalau periksa sakit dan lain sebagainya, yang penting KTP-nya Semarang,” ujar Agustina.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang menjaga akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
BACA JUGA: Cegah Polio Sejak Dini, Agustina Ingatkan Orang Tua Jangan Lewatkan Imunisasi Anak
Namun, perluasan kepesertaan juga menuntut pemerintah memastikan warga yang membutuhkan bantuan dapat terdaftar dan memperoleh layanan sesuai ketentuan program.
Berdasarkan data, menunjukkan jumlah peserta UHC yang pemerintah daerah biayai meningkat dari 98.261 orang pada 2024 menjadi 228.859 orang pada 2025. Artinya, jumlah peserta bertambah 130.598 orang dalam setahun.
Peningkatan itu menunjukkan semakin luasnya cakupan pembiayaan jaminan kesehatan oleh pemerintah daerah.
Di sisi lain, keberlanjutan program tetap membutuhkan pengelolaan anggaran dan pendataan peserta yang tepat agar bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Siapkan Kuota 3.000 Warga per Bulan
Pemkot Semarang juga menyiapkan langkah untuk membantu warga yang kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dari pemerintah pusat di nonaktifkan.
Pada Februari 2026, Dinas Kesehatan Kota Semarang menyiapkan kuota sekitar 3.000 warga per bulan untuk masuk dalam skema UHC.
Kebijakan ini bertujuan untuk membantu warga yang memenuhi ketentuan agar tetap memiliki akses terhadap jaminan kesehatan.
Skema tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk merespons perubahan status kepesertaan bantuan iuran dari pusat. Meski demikian, warga perlu memastikan status kepesertaan dan mengikuti prosedur yang berlaku agar dapat memanfaatkan program tersebut.
Dengan anggaran Rp121 miliar, tantangan Pemkot Semarang bukan hanya memperluas cakupan kepesertaan. Tetapi juga memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan pelayanan kesehatan tetap dapat diakses masyarakat.
Agustina Ingatkan Imunisasi Polio Anak
Di tengah perluasan jaminan kesehatan, Agustina juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan upaya pencegahan penyakit, terutama melalui imunisasi polio pada anak.
Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Rotary Fun Walk & Run #2 dalam rangka Hari Polio Sedunia di kawasan Awann Costa POJ Semarang, Minggu (25/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Agustina turut melakukan penetesan vaksin polio.
“Para orang tua yang anaknya belum vaksin polio harus segera membawa anaknya, karena vaksin tersedia di banyak tempat,” katanya.
Agustina menegaskan, pencegahan polio membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, dan keluarga. Orang tua perlu memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan tenaga kesehatan.
“Pemerintah Kota kalau sendirian tidak bisa,” ujarnya.
Menurut Agustina, ketersediaan layanan kesehatan harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini. Imunisasi menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.
Kolaborasi Rotary Dukung Kampanye Bebas Polio
Rotary Area Semarang menggelar Rotary Fun Walk & Run #2 dengan tema “Aksi Nyata Anda untuk Masa Depan Bebas Polio”. Kegiatan ini menghadirkan jalan santai serta lari kategori 3 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer.
Selain mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup aktif, kegiatan tersebut menggalang dana untuk mendukung vaksinasi global dan pemantauan polio melalui program PolioPlus yang dijalankan Rotary.
Agustina mengapresiasi kontribusi Rotary dalam membantu pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.
Dia berharap kerja sama tersebut terus berlanjut agar semakin banyak anak memperoleh perlindungan melalui vaksinasi.
Pada 2026, Kota Semarang juga meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori madya dengan tingkat keaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di atas 85 persen.
Pemkot Semarang berharap capaian tersebut menjadi dorongan untuk meningkatkan akses sekaligus kualitas pelayanan kesehatan.
Perluasan jaminan kesehatan dan penguatan pencegahan penyakit harapannya berjalan beriringan. Agar masyarakat tidak hanya memiliki perlindungan pembiayaan saat sakit, tetapi juga semakin terlindungi melalui upaya kesehatan preventif. (*)





