Pada acara yang sama, Kelompok Bermain atau KB IT Al Mawaddah Kota Semarang juga berhasil meraih Juara 1 pada Kompetisi Pengembangan Nilai Kejujuran untuk Anak Usia Dini. “Ini merupakan suatu prestasi yang sangat luar biasa dalam pencegahan korupsi khususnya di Kota Semarang,” tutup Mbak Ita.
Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) adalah bentuk komitmen dunia melawan korupsi yang diperingati pada 9 Desember setiap tahunnya sejak ditetapkan oleh PBB pada tahun 2003.
Di Indonesia, KPK menggelar peringatan Hakordia dengan sosialisasi, kampanye, dan penyadaran bahaya korupsi kepada masyarakat melalui berbagai program dan acara menarik. Dengan tema Hakordia tahun ini: “Indonesia Pulih Bersatu Lawan Korupsi”, KPK ingin mengajak dan memperkuat peran serta masyarakat dalam upaya memerangi korupsi. Karena memberantas korupsi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat di negeri ini tanpa kecuali.
Ada beberapa kategori penghargaan dalam acara awarding Hakordia 2022 di antaranya Pemerintah Daerah dengan Monitoring Center Prevention (MCP) Terbaik, Pencapaian Stranas PK, Gratifikas, LHKPN, Implementasi Pendidikan Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Inspiratif, Penyerahan Sertifikat Kompetensi Ahli Pembangun Integritas (API) Eksekutif dan Penyuluh Antikorupsi Utama dan lain-lain.
Saat membuka acara, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyampaikan, korupsi merupakan fenomena yang memiliki daya rusak luar biasa.
Dampaknya, korupsi dapat menurunkan kualitas hidup, merusak demokrasi, menghambat pembangunan, serta meruntuhkan hukum. Oleh sebabnya, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang kini menjadi perhatian dunia.
“Perjuangan kita untuk pulih dari krisis yang disebabkan oleh munculnya beragam tantangan baru di bidang ekonomi, politik, sosial dan lingkungan hidup, hanya akan berhasil kita menangkan apabila kita menerapkan tata kelola pemerintahan yang bersih, baik, dan bebas korupsi,” kata Ma’ruf.
“Kekayaan yang hanya dirayakan oleh orang-orang yang memiliki akses terhadap pengambilan keputusan, menyebabkan alokasi sumber daya jatuh kepada segelintir orang sehingga umat tidak tersentuh oleh nikmat kesejahteraan,” imbuh Ma’ruf.





