Pemkot Siapkan Pusdiklat Jadi Lokasi Pengungsian Warga Korban Banjir di Dinar Indah

 

Semarang, 6/1 (BeritaJateng.tv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Semarang sebagai pengungsian sementara warga korban Banjir di Dinar Indah, Meteseh, Tembalang.

Lokasi tersebut dipilih karena merupakan tempat yang dirasa nyaman dan terdekat dari lokasi banjir.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau korban banjir di Dinar Indah, Jumat (6/1).

“Kita harus waspada sampai tanggal 10 Januari 2023, karena BMKG menyebut cuaca masih ekstrim. Kami memonitor wilayah Semarang. Ini kan hujan tidak begitu lebat namun ternyata banjir merupakan kiriman dari Ungaran. Kami sudah cek di wilayah atas sudah mulai reda. Dan tanggul jebol menyebabkan Daerah Langganan banjir Dinar Indah banjir, ” ujar Mbak Ita sapaan akrabnya.

Menurut Mbak Ita, Pemkot Semarang telah menyiapkan Pusdiklat sebagai lokasi pengungsian sementara.

“Disana lebih nyaman dari pada harus berdesakan di Mushola Ar Rahman yang ada di RW 26,” ujar Mbak Ita.

Ia mengatakan, di Pusdiklat nanti warga bisa mendapatkan masing-masing satu kamar. Sehingga anak-anak bisa mendapatkan perawatan intensif.

Mbak Ita sendiri hingga saat ini masih berada di sebuah masjid yang menjadi lokasi pengungsian warga. Mbak Ita ingin memastikan warga segera pindah ke balai diklat yang telah disiapkan.

“Nanti di sana warga bisa tidur dengan nyenyak dan dapat makanan dan memasak dengan layak. Terutama anak-anak dan ibu-ibu,” ujarnya.

Banjir sendiri disebabkan tanggul jebol. Hal ini mengakibatkan perumahan yang berada disekitarnya tergenang luapan air dari kali Pengkol. Mbak Ita menjelaskan dua hari yang lalu sempat turun, namun tanpa diduga terjadi hujan dan air sungai meluap.

“Yang menjadi langganan daerah Dinar Indah ini kan jadi langganan kalau jadi limpasan. Dua hari yang lalu sempat sudah hampir meluap tapi sudah turun sehingga tidak terjadi peristiwa seperti hari ini,” katanya saat menyambangi korban.

Selain itu karena sudah terjadi beberapa kali, Ita sudah meminta warga untuk pindah karena lokasi berada di daerah cekungan sungai yang cukup rawan.

“Khawatir kalau nanti ada banjir susulan atau air dari Sungai Mewah Ungaran, ” sebutnya.

Lebih jauh, Ita menyebut jika dia sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena sungai ini merupakan salah satu tanggung jawabnya.

“Saya sudah komunikasi dengan BBWS Sudah dilakukan tindakan-tindakan. Ini larinya air kan ke Pucang Gading dan Sungai Babon, maka kita harus hati-hati. Tadi disampaikan oleh DPU yang bendungan dari Ungaran sudah surut dan hujan sudah reda,” katanya.

Untuk sementara ini Pemkot Semarang sudah melakukan sejumlah tindakan seperti mengirimkan batuan logistik dan batuan makanan.

Kemudian akan mengevakuasi perempuan dan anak-anak ke balai diklat milik Pemkot yang ada di Tembalang. “Di sama mereka bisa tidur nyaman dan mendapatkan makanan,” katanya.

Selain itu Pemkot juga sudah mulai mengirimkan kardus pasir untuk membuat tanggul sementara. “Saat ini air sudah surut dan kami akan membuat tanggul sementara untuk mengantisipasi banjir,” kata Ita. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan