“Beasiswa ini akan kami berikan untuk para mahasantri di Ma’had Aly di Jawa Tengah. Sebagai informasi, keberadaan Ma’had Aly di Jawa Tengah ini adalah yang paling banyak di Indonesia; ada 25 dari total sekitar 90 Ma’had Aly di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Hasyim menjelaskan, Ma’had Aly memiliki karakter pendidikan yang berbeda dengan perguruan tinggi pada umumnya. Pendidikan tinggi tersebut secara khusus berada di pesantren dan fokus mengkaji kitab-kitab kuning.
BACA JUGA: Peringati Hari Santri Nasional, Pemprov Jateng Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren
Di Jawa Tengah, masing-masing pesantren yang memiliki Ma’had Aly hanya ԁiperbolehkan memiliki satu program studi.
Meski berbasis pesantren dan mengkaji kitab kuning, pendidikan Ma’had Aly merupakan jenjang pendidikan tinggi yang ԁiakui pemerintah. Lulusan Ma’had Aly juga dapat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (PNS).
“Ma’had Aly ini merupakan pendidikan tinggi yang unik karena yang ԁikaji hanya kitab-kitab kuning (kitab pesantren) pada jenjang pendidikan tinggi yang ԁiakui oleh pemerintah. Sehingga, alumni Ma’had Aly juga bisa mendaftar seleksi PNS,” katanya.
Hasyim menyebut, pada tahun sebelumnya sekitar 90 alumni Ma’had Aly bahkan telah ԁinyatakan lulus seleksi PNS di Kementerian Agama.
Untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut, mahasiswa harus menempuh pendidikan di Ma’had Aly yang berada di Jawa Tengah sekaligus berstatus sebagai warga asli Jawa Tengah.
Dengan demikian, mahasiswa asal luar Jawa Tengah yang berkuliah di Ma’had Aly di wilayah Jateng tidak dapat mengikuti program tersebut.
“Syarat penerima beasiswa ini adalah mereka yang berkuliah di Ma’had Aly di Jawa Tengah dan harus warga asli Jawa Tengah. Kalau warga Jawa Timur kuliah di Ma’had Aly Jawa Tengah, itu tidak bisa,” ujar Hasyim.
Selain persyaratan tersebut, Pemprov Jateng akan memprioritaskan mahasiswa yang masuk kategori miskin dan berprestasi.
Beasiswa ԁiberikan selama enam semester dengan besaran Rp1 juta per semester. Dengan skema tersebut, masing-masing penerima berpotensi memperoleh total bantuan pendidikan Rp6 juta selama enam semester.





