Karena tinggal di pesantren, para mahasiswa tersebut juga mengikuti pembelajaran keagamaan dan mengkaji kitab kuning sesuai dengan ketentuan pesantren tempat mereka menetap.
Untuk program ini, Pemprov Jateng menyiapkan kuota sekitar 120 penerima. Besaran bantuannya sama dengan Beasiswa Mahasantri Ma’had Aly, yakni Rp1 juta per semester.
Namun, penggunaan dana pada program Mahasantri Penggerak berbeda. Bantuan tersebut dapat ԁimanfaatkan sebagai tambahan uang saku mahasiswa.
BACA JUGA: Kiai Ponpes di Semarang Cabuli Santriwati, Pemprov Jateng Gandeng Kemenag Usut Izin dan Legalitas Bangunan
“Sementara untuk Santri Penggerak, itu bisa ԁigunakan sebagai tambahan uang saku,” kata Hasyim.
Hasyim mengatakan, pemberian beasiswa kepada santri merupakan bagian dari perhatian Pemprov Jateng terhadap pendidikan pesantren.
Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar sebagai basis pendidikan di Jawa Tengah. Saat ini terdapat sekitar 5.500 pondok pesantren yang telah terdaftar di Jawa Tengah, belum termasuk pesantren yang belum terdaftar.
Dengan jumlah tersebut, menurut Hasyim, pesantren memiliki potensi besar dalam membentuk sumber daya manusia di Jawa Tengah.
“Bagaimanapun juga, pesantren ini adalah basis pendidikan yang sangat potensial di Jawa Tengah. Di Jawa Tengah ini memiliki sekitar 5.500 pondok pesantren yang terdaftar, belum termasuk yang tidak terdaftar,” ujarnya.
Ia mengatakan, para santri yang menempuh pendidikan di pesantren juga banyak berasal dari kalangan masyarakat miskin atau kelompok masyarakat di wilayah pinggiran. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemprov Jateng dalam memberikan perhatian khusus melalui program beasiswa.
“Di samping potensial, para santri ini pada umumnya berasal dari masyarakat miskin (pinggiran), sehingga memang perlu perhatian serius,” katanya.
Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari implementasi Pesantren Obah, program yang ԁigagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
“Melalui program Pesantren Obah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ikut andil di dalam proses pembinaan dan pengembangan pesantren di Jawa Tengah,” ujar Hasyim.





