Kepala BBPOM Semarang, Sandra M.P Linthin menjelaskan, BBPOM telah melakukan pengawasan untuk program pangan jajanan anak sejak tahun 2012. Untuk tahun 2022, BBPOM Semarang sudah melakukan intervensi kurang lebih 3.000 sekolah. Baik sekolah tingkat SD SMP maupun SMA yang ada di Jateng. Sedangkan untuk sekolah atau ponpes di bawah Kementerian Agama hanya sekitar 5% dari ribuan lembaga pendidikan agama yang ada di Jateng.
“Kami akan memasuki pesantren-pesantren. Nanti kami mohon bisa berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag, kita bisa mendapatkan data pesantren-pesantren mana saja yang akan kami utamakan. Khususnya dengan jumlah santri yang banyak,” katanya.
Kegiatan sosialisasi edukasi pangan aman dan bermutu di lingkungan pesantren di Jateng mulai digencarkan. Melalui kegiatan itu, para pengurus ponpes dan santri dapat mengetahui dan memahami bagaimana mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas generasi muda memasuki Indonesia emas 2045. (Ak/El)





