Opini

Pengetatan Impor Ancam Merek-Merek Terkenal di Indonesia

×

Pengetatan Impor Ancam Merek-Merek Terkenal di Indonesia

Sebarkan artikel ini
dosen Untag Banyuwangi
Dosen UNTAG Banyuwangi, Andhika Wahyudiono. (dokumen pribadi)

Namun, pemerintah Indonesia harus tetap memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi kebijakan produk impor. Tentunya, dengan meningkatkan biaya impor dan pengurangan volume impor yang melewati batas wajar, pemerintah telah memperhitungkan bahwa pengusaha dalam negeri dapat berkembang di dalam pasar dalam negeri yang lebih sehat.

Namun, dugaan adanya kebijakan baru yang belum juga diumumkan oleh pemerintah menjadi momok bagi para pengusaha.

Handaka mengungkapkan bahwa alasan utama mengapa merek-merek terkenal bisa eksis di Indonesia karena bukan hanya karena kualitas produk yang mereka tawarkan, tetapi juga kualitas layanan. Para pelanggan Indonesia menginginkan pengalaman belanja yang nyaman dan bebas dari masalah.

Oleh karena itu, Handaka berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kebutuhan konsumen dan pengusaha dalam mengatasi dampak dari pengetatan impor ini.

Menurut Handaka, prinsip yang seharusnya dipegang erat oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan produk impor tidak seharusnya menghambat produk impor yang telah memenuhi ketentuan menjadi masuk ke pasar Indonesia.

Namun, pemerintah harus melakukan pengawasan dan pengecekan kembali untuk menghindari produk-produk impor ilegal yang dapat menurunkan kualitas pasar Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Hal ini juga didukung oleh Albert Tarigan, Chairman of the Association of Indonesian Retailers (Aprindo). Menurut Tarigan, pengetatan impor dapat membantu promosi produk dalam negeri dan ikut memacu perkembangan ekonomi dalam negeri.

Namun, Tarigan juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus dilakukan dengan bijak, sehingga tidak memberikan dampak besar bagi pengusaha dan konsumen.

Dalam rangka mengatasi dampak dari pengetatan impor, beberapa solusi telah diajukan oleh para pengusaha. Salah satunya adalah dengan melakukan pemantauan impor lebih ketat.

Para pengusaha juga mendorong pemerintah untuk memperketat aturan perizinan impor, serta mengevaluasi besaran bea masuk dan pajak impor untuk menjaga keberlangsungan pengusaha lokal dan mendorong pertumbuhan kelas menengah Indonesia.