SEMARANG, beritajateng.tv – Baru-baru ini jagat maya tengah dihebohkan dengan sebuah foto yang menarasikan tentang kematian mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes). Adapun korban meninggal di masjid seusai zikir.
Peristiwa mahasiswa Unnes mendadak meninggal dunia di dalam Masjid Taqwa Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (1/11/2023) dini hari.
Adapun penyebab kematian mahasiswa Unnes itu karena serangan jantung.
“Keterangan yang kami terima dari tim dokter RSUP dr Kariadi, mahasiswa tersebut meninggal karena serangan jantung,” kata Kepala UPT Humas Unnes, Rahmat.
Mahasiswa Unnes yang meninggal tersebut kabarnya terlihat berzikir dari dini hari. Hal ini pun merupakan pengakuan dari para saksi setempat.
Salah satu akun yang membagikan foto yang menarasikan meninggalnya laki-laki itu adalah @kejadiansmg. Berikut keterangan yang tertulis dalam postingan tersebut.
BACA JUGA: Mahasiswi di Semarang Mendadak Tewas di Masjid, Terlihat Berzikir Sejak Pagi
“Pemuda tersebut diketahui tadi malam masih shalat malam. Saat pagi di temukan sudah tidak bernyawa. Semoga di tempatkan di sisi Tuhan YME (yang maha esa),” tulis akun tersebut yang beritajateng.tv lansir pada Kamis, 2 November 2023.
Identitas mahasiswa Unnes yang tewas di masjid
Berdasarkan informasi yang beredar, korban merupakan mahasiswa dari Fakultas Teknik Informatika dan Komputer (FTIK) Universitas Negeri Semarang.
Korban lahir di Selong, Nusa Tenggara Barat, 6 Juni 2001. Alamatnya Rakam RT014/RW000, Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Tehnik Unnes, Prof Wirawan Sumbodo, mengaku sudah menyiapkan proses pemulangan jenazah ke kampung halamannya, di Lombok Timur, NTB. “Jam 20.00 WIB pelepasan dari [RSUP] Kariadi,” ujarnya.
Penemuan korban itu pertama kali dari seorang takmir masjid setempat yang di kala itu hendak membuka masjid untuk aktivitas salat Subuh.
Kondisi mahasiswa itu tidur terlentang di atas sejadah dengan menggunakan kaus dan celana training.
Usai Masruri menyelesaikan ibadah salat Subuh, ia melihat korban masih dalam posisi tidur. Kemudian, sekiranya pada pukul 05.30 WIB pagi, Masruri menghubungi Sunaryo yang masih di komplek masjid untuk melihat keadaan mahasiswa Unnes itu.
Lalu, pengecekan untuk mengetahui apakah korban masih bangun atau tidak, hasilnya nihil. Nyawa laki-laki berusia 22 tahun itu tak dapat terselamatkan.(*)





