Hal itu berawal dari keprihatinan melihat masyarakat yang mulai abai dengan permainan tradisional di era digitalisasi ini.
“Harapannya, anak-anak semakin cinta Indonesia melalui permainan tradisional. Yang kedua, mereka juga menjadi orang yang mengerti identitas diri sebagai warga Indonesia,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





