Pendidikan

Peringati Sumpah Pemuda, SMA Islam Hidayatullah Gugah Nasionalisme Lewat Permainan Tradisional

×

Peringati Sumpah Pemuda, SMA Islam Hidayatullah Gugah Nasionalisme Lewat Permainan Tradisional

Sebarkan artikel ini
Sumpah Pemuda
Sholahuddin Al Ayyubi saat memperkenalkan permainan tradisional macanan dalam pameran P5 Hari Sumpah Pemuda di Balai Kota Semarang, Senin, 28 Oktober 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Peringatan Hari Sumpah Pemuda dirayakan dengan beragam cara. Salah satunya oleh SMA Islam Hidayatullah Semarang.

Di momentum Hari Sumpah Pemuda, SMA Islam Hidayatullah berusaha menghadirkan kembali permainan tradisional dengan cara yang lebih menyenangkan.

Siswa SMA Islam Hidayatullah, Sholahuddin Al Ayyubi, menjelaskan, selain menjadi hiburan yang menyenangkan, permainan tradisional juga bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan pada tanah air.

Menurut dia, permainan tradisional memuat kearifan lokal yang mampu meningkatkan rasa nasionalisme.

BACA JUGA: Ada Pameran Inovasi Makanan Bergizi Siswa di Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Semarang

“Awalnya emang mikir projek kearifan lokal itu enggak seru, tapi ternyata setelah dicoba menyenangkan, kok,” katanya saat beritajateng.tv temui di Balaikota Semarang, Senin, 28 Oktober 2024.

Ayyub menerangkan, sekolahnya mengenalkan empat permainan tradisional sekaligus, mulai dari macanan, sirtok, dakon, hingga engklek.

Bahkan, SMA Islam Hidayatullah juga membawa nilai-nilai kearifan lokal ke dalam bentuk digital. Di antaranya, permainan bunny run, jengga game adventure, e-book soal Walisongo, dan museum 3D.

“Kebetulan sekolah kita bekerjasama dengan Apple, jadi ada juga permainan tradisional yang berbasis digital,” ujar Ayyub.

Kenalkan permainaan tradisional di Hari Sumpah Pemuda

Ayyub berharap, bermain permainan tradisional di Hari Sumpah Pemuda dapat mengajak generasi muda untuk mengenal kearifan lokal dengan cara yang lebih menyenangkan.

Apalagi, ia mengakui cukup sulit mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak yang sejak lahir sudah erat dengan teknologi.

“Awalnya susah untuk memperkenalkan ke anak SD karena mereka itu pertama kali lahir pun sudah ada gadget. Tapi lama-kelamaan mereka jadi tahu dan justru suka dengan permainan tradisional,” pungkas Ayyub.

BACA JUGA: Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Pj Gubernur Jateng Ajak Pemuda Mengembangkan Potensi Diri

Sementara itu, Humas SMA Hidayatullah sekaligus Wali Kelas 11, Nunung Kusumawati, mengungkapkan projek permainan tradisional ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Hal itu berawal dari keprihatinan melihat masyarakat yang mulai abai dengan permainan tradisional di era digitalisasi ini.

“Harapannya, anak-anak semakin cinta Indonesia melalui permainan tradisional. Yang kedua, mereka juga menjadi orang yang mengerti identitas diri sebagai warga Indonesia,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp