SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah gedung tiga lantai di pojok Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) tampak penuh sesak. Sejak Festival Wayang Orang 2023 berlangsung pada Rabu, 18 Oktober 2023, kawasan TBRS tampak lebih ramai dari biasanya.
Salah satunya pada Kamis, 19 Oktober 2023 malam. Ada hal yang menyedot perhatian para penonton di sana.
Puluhan penonton baik tua maupun muda tampak antusias menunggu pertunjukan dari kelompok Wayang Orang Yogyakarta. Membawakan lakon berjudul Abimanyu Krama, pertunjukan seni tradisional itu sukses menghibur penonton yang datang meski menggunakan bahasa Jawa.
RM. Widaru Krefianto Darmawan, salah satu penampil pertunjukan itu mengaku sangat senang dapat tampil di hadapan masyarakat Kota Semarang. Berperan sebagai Werkudara, Krefianto yang masih kerabat Kraton Yogyakarta itu terkesan atas tingginya antusiasme penonton.
“Di sini kami diberi kesempatan untuk memperkenalkan wayang orang gaya kami. Misal Werkudara karakternya di Yogyakarta seperti ini, tapi di daerah lain berbeda lagi, sama-sama Werkudara tapi dengan gaya masing-masing, di sini kita bisa saling bertukar ilmu,” katanya kepada beritajateng.tv selepas penampilannya.
BACA JUGA:Pertunjukkan Wayang Orang Yogyakarta Sukses Curi Perhatian Kota Semarang
Menurutnya, dengan penampilan salah satu seni tradisional Jawa tersebut dari berbagai daerah pada festival ini dapat bermanfaat baik bagi penonton maupun penampil itu sendiri. Bagi dirinya misalnya, ia dapat menjadi mengerti kesenian daerah lain hingga akhirnya dapat saling berkolaborasi dalam satu pementasan.
“Dari beberapa daerah pasti akan saling bertukar ilmu, semua saling melengkapi, saling memberikan pengaruh positif untuk perkembangan kesenian di daerahnya masing-masing,”
Penonton didominasi anak muda
Sementara itu, Krefianto turut menyinggung soal banyaknya anak muda yang hadir menonton pertunjukan ini. Ia menyebut bahwa salah satu seni budaya tersebut saat ini mulai mendapat tempat di hati generasi muda.
“Kalau ada yang bilang bahwa generasi muda tidak tertarik pada wayang orang, ini adalah pembuktiannya. Kita bisa menunjukan bahwa seni budaya tersebut sangat diapresiasi oleh generasi muda,” ucapnya.
Senada, Ketua TBRS Agung Ciptoning turut menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, peran marketing dalam merangkul anak muda dalam festival yang tergelar di TBRS ini terbilang sukses.
“TBRS sepi banget sebelumnya, tapi sekarang ini pertunjukan wayang orang penuh penonton, setiap sesi, misal dari Balik kemarin full, siang dari Magelang juga full, ini patut kita syukuri,” katanya.
BACA JUGA:Wayang Potehi Ramaikan Festival Wayang Orang 2023 di Kota Semarang
Di sisi lain, Bagus mahasiswa semester 5 asal UIN Walisongo mengaku sangat menikmati pertujukan Wayang Orang Yogyakarta malam ini. Sebagai generasi muda, menyempatkan diri menonton pertunjukan ini adalah langkahnya dalam menjaga kesenian agar tidak hilang oleh kemajuan zaman.
“Tarian, cara atau gaya berbicara, dan alunan musik yang mengiringi alur ceritanya itu menurut saya mengandung unsur kesenian yang luar biasa, saya sangat mengapresiasi pertunjukan wayang orang malam ini,” akunya.(*)
Editor: Farah Nazila





