Jateng

Pesantren Ramadan di MAN 1 Kota Semarang, Siswa Belajar Kitab Kuning hingga Khataman Al-Qur’an

×

Pesantren Ramadan di MAN 1 Kota Semarang, Siswa Belajar Kitab Kuning hingga Khataman Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Pesantren Ramadan
Siswa-siswi MAN 1 Kota Semarang saat mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan di sekolah, Kamis, 5 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – MAN 1 Kota Semarang menggelar kegiatan Pesantren Ramadan bagi para siswa sebagai upaya meningkatkan keimanan dan pemahaman ilmu agama selama bulan suci.

Dalam program ini berisi berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari kajian kitab kuning, ceramah, hingga khataman Al-Qur’an.

Waka Kesiswaan MAN 1 Semarang, Nuryanto, menjelaskan kegiatan Pesantren Ramadan berlangsung selama dua minggu dengan pembagian peserta berdasarkan jenjang kelas. Ia menjelaskan, di sekolahnya terdapat 1.275 siswa, 36 rombel, masing-masing angkatan ada 12 rombel.

BACA JUGA: Bupati Blora Apresiasi Pesantren Ramadhan SD-SMP, Harap Jadi Agenda Rutin

“Untuk kegiatan Pesantren Ramadan di MAN 1 Kota Semarang berlangsung selama dua minggu. Untuk minggu pertama yaitu mulai tanggal 2 Maret sampai 7 Maret untuk kelas 11. Kemudian minggu kedua yaitu tanggal 9 sampai dengan 14 Maret itu untuk kelas 10,” ujar Nuryanto pada Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menuturkan, siswa kelas 10 dan 11 yang mengikuti kegiatan ini. Sementara siswa kelas 12 tidak mengikuti program tersebut karena sedang menjalani rangkaian ujian.

“Jadi untuk Pesantren Ramadan ini hanya kelas 10 dan kelas 11 saja yang ikut. Karena untuk kelas 12-nya ada kegiatan tes yaitu tes akhir semester dan juga ada ujian madrasah,” jelasnya.

Siswa Pesantren Ramadan MAN 1 Kota Semarang Pelajari Kitab Kuning ala Pesantren Salaf

Dalam kegiatan Pesantren Ramadan ini, siswa mendapatkan materi kajian kitab kuning. Kitab tersebut merupakan kitab klasik berbahasa Arab tanpa harakat yang umumnya para santri pelajari di pesantren salaf.

“Nah, untuk kegiatan Pesantren Ramadan ini yaitu berupa kajian kitab kuning yaitu kajian kitab yang berbahasa Arab dan tidak ada harakatnya. Untuk kitab kuning ini biasanya santri-santri pelajari di Pondok Pesantren Salaf,” kata Nuryanto.

Adapun kitab yang siswa  pelajari adalah Fathul Qarib dan Ta’lim Muta’lim. “Untuk kitab yang siswa pelajari ada dua, yang pertama yaitu kitab Fathul Qarib, kemudian kitab yang kedua yaitu kitab Ta’lim Muta’lim,” ujarnya.

Nuryanto menjelaskan, kitab Fathul Qarib berisi pembahasan tentang ilmu fikih atau hukum-hukum dasar dalam Islam. Sedangkan Ta’lim Muta’lim membahas tentang adab seorang murid terhadap gurunya.

“Untuk kitab Fathul Qarib membahas tentang ilmu fikih. Sedangkan untuk kitab Ta’lim Muta’lim ini belajar tentang ilmu adab atau tata krama sebagai murid terhadap gurunya,” jelasnya.

BACA JUGA: Perda Pesantren Sah, Pemkot Semarang Dukung Pendidikan Keagamaan

Menurut Nuryanto, pembelajaran kitab kuning tidak termasuk dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari di madrasah sehingga Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum menambah wawasan keagamaan siswa.

“Untuk kitab kuning ini memang khas biasanya dipelajarinya di Pondok Pesantren Salaf. Jadi untuk kegiatan sehari-harinya memang tidak siswa pelajari. Memang khusus mempelajari ini sebagai tambahan ilmu yaitu hanya pada bulan Ramadan saja,” katanya.

Selain kegiatan kajian kitab kuning, madrasah juga menggelar kegiatan full day Ramadan yang dapat seluruh siswa ikuti, termasuk kelas 12 setelah menyelesaikan ujian.

“Untuk full day-nya ini semua siswa. Jadi baik kelas 10, 11 maupun kelas 12 bisa ikut setelah kegiatan belajar atau ujiannya selesai,” katanya.

Rangkaian Kegiatan dari Pagi-Buka Puasa

Kegiatan Pesantren Ramadan mulai sejak pagi hari dengan kajian kitab kuning hingga menjelang waktu zuhur.

“Untuk kajian Ramadannya itu berupa kajian kitab kuning dari pukul 07.30 sampai waktu zuhur,” ujar Nuryanto.

Setelah salat zuhur, siswa mengikuti kultum serta refleksi pembelajaran yang diisi melalui tautan Google Form. Pada siang hari kegiatan berlanjut dengan ceramah agama serta sesi tanya jawab.

Selanjutnya, siswa mengikuti kegiatan tahmil atau khataman Al-Qur’an, di mana setiap siswa membaca satu juz sehingga Al-Qur’an dapat dikhatamkan bersama setelah Asar.

“Lanjut dengan kegiatan tahtimul Quran atau membaca Al-Quran sampai khatam, baginya tiap siswa satu juz,” jelasnya.

BACA JUGA: Gelar Bimtek di Semarang, LPDB Dorong Koperasi Pondok Pesantren Jadi Mitra Kopdes Merah Putih

Rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan salat magrib berjamaah. Meski berlangsung hingga waktu berbuka puasa, kegiatan Pesantren Ramadan di MAN 1 Kota Semarang tidak berlangsung dengan sistem menginap.

“Jadi kegiatannya cuma sampai magrib terus nanti siswa-siswi bisa pulang ataupun dijemput oleh orang tuanya masing-masing. Tidak ada menginap,” ujarnya.

Nuryanto berharap kegiatan Pesantren Ramadan dapat mendorong siswa memanfaatkan bulan suci untuk memperkuat ibadah sekaligus tetap aktif dalam kegiatan sehari-hari.

“Harapannya siswa-siswi MAN 1 Kota Semarang dapat memanfaatkan bulan Ramadan dengan meningkatkan ibadah, dengan meningkatkan iman dan takwa dan juga tetap semangat dalam beraktivitas. Jangan sampai jadikan puasa alasan untuk bermalas-malasan,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp