Namun, dari sisi bahan baku, pertanian organik justru lebih hemat karena memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar lahan.
“Ke depan biaya bertani organik juga akan semakin murah karena bahan organik di dalam tanah sudah terakumulasi,” ujarnya.
Rakam menjelaskan, jerami hasil panen biasanya ia kembalikan ke lahan untuk meningkatkan kesuburan tanah sehingga kebutuhan pupuk dari luar semakin berkurang.
Ia juga berharap kelompok petani organik Selaras Alam Sejahtera dapat memiliki fasilitas pascapanen sendiri seperti alat pengering dan penggiling padi agar kualitas beras tetap terjaga.
Saat ini beras organik Mentik Susu produksi petani milenial Desa Sumber terbanderol Rp20.000 per kilogram dalam kemasan dua kilogram. Produk tersebut juga mereka pasarkan secara daring melalui media sosial.
Arief Rohman berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni sektor pertanian, khususnya pertanian organik. “Jangan pernah malu turun ke sawah, karena petani itu keren,” kata Arief. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





