SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Komisi C DPRD Jateng Bambang Hariyanto Bachrudin terus mendorong target penerimaan pendapatan daerah. Ia menyebut ada beberapa target yang belum tercapai, sehingga pihaknya akan terus mendorong dengan berbagai terobosan dan inovasi. Ia khusus menyoroti piutang PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) Jateng yang jumlahnya tinggi.
“Jadi ada beberapa catatan, tentunya kami tetap mendorong bahwa ada yang tercapai dan tidak tercapai secara target. Tentunya dari sisi yang tidak tercapai itulah yang harus kita dorong supaya lebih membikin inovasi dan terobosan kaitannya dengan target apa yang ingin kita pasang,” ungkap Bambang kepada beritajateng.tv melalui sambungan telepon, Kamis, 15 Juni 2023.
BACA JUGA: [Video] Piutang Pajak Kota Semarang Capai Rp 390 Miliar
Ia menyebut, target yang belum tercapai dengan jumlah yang cukup besar berasal dari PKB. Jika dibiarkan, Bambang menilai piutang PKB Jateng yang jumlahnya hampir mencapai Rp 3 triliun tersebut akan menjadi persoalan abadi.
“Contoh yang paling besar tidak tercapai itu kan dari piutang PKB Jateng yang jumlahnya besar. Nah terus dari kita menyampaikan faktornya apa. Ini yang sampai hari ini itu tadi. PKB belum tercapai tapi kita punya piutang. Yang artinya kewajiban belum membayar hampir sampai Rp 3 triliun” terang Bambang.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jateng itu juga memberikan rekomendasi kepada Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng.
Ia merekomandasikan Bapenda Jateng membuat kajian. Dengan begitu bisa ada kepastian sebenarnya faktor apa penyebab timbulnya piutang tersebut.
“Karena piutang itu jadinya seperti lingkaran setan,” bebernya.
Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor hanya 98 persen dari target
Lebih lanjut, ia berharap adanya inovasi yang dilakukan secara bersama-sama dengan Bapenda yakni meningkatkan aspek pelayanan. Tak hanya itu, Bambang juga mengharapkan Bapenda Jateng dapat mengkaji terkait persoalan yang ia nilai menjadi permasalahan abadi tersebut.
“Kita mendorong Bapenda untuk berinovasi, dalam kaitannya yang pertama terus-menerus berinovasi dengan aspek pelayanan yang mudah, cepat, dan tidak bertele-tele,” paparnya.
“Yang kedua, itu tadi membuat kajian kenapa faktor-faktor yang memengaruhi terhadap tunggakan terus-menerus itu terjadi kaya apa, itu tadi ya. Istilahnya abadi gitu lho. Persoalan abadi,” tambah Bambang.
Menurut keterangannya, pajak daerah yang berasal dari PKB hanya tercapai sebesar 98 persen.
“Itu kan kemarin laporannya itu kan PKB cuma tercapai 98 persen. Inilah yang kita dorong. Sebetulnya tunggakan itu bisa terpenuhi, barangkali bisa terpenuhi,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





