Ia menjelaskan bahwa Partai Gerindra tidak bisa mengusung calon gubernur Jateng sendirian karena tidak mencapai ambang batas. Oleh karena itu, partainya membuka komunikasi politik dengan PKB untuk bersama-sama mengusung satu calon gubernur Jateng.
“Karena ada [parliamentary] threshold, mau tidak mau harus menjalin komunikasi supaya bisa maju. Nah, penjajakan ini menjadi penting karena ada dua matriks yang harus dikalkulasi, matrik mau dan mampu,” jelasnya.
“Kita ini kan CLBK, cinta lama bersemi kembali. PKB adalah kawan Gerindra, dan Gerindra adalah kawan PKB. Jadi komunikasi cukup baik antar pribadi dan masing-masing ketua. kita los-los saja,” tandas Sudaryono. (*)




