Jateng

Polda Jateng Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali: 14-15 dan 18-19 Maret

×

Polda Jateng Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali: 14-15 dan 18-19 Maret

Sebarkan artikel ini
Puncak Arus Mudik
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Senin, 9 Maret 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jawa Tengah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama perkiraan berlangsung pada 14-15 Maret, sementara gelombang kedua pada 18-19 Maret.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan prediksi tersebut berdasarkan hasil survei serta koordinasi dengan dinas terkait.

“Khusus untuk di kita di Jawa Tengah, kami sudah mendapatkan informasi juga dan hasil survei dari dinas terkait bahwa arus prediksi mudik dan balik ini akan terjadi masing-masing dua kali. Untuk arus mudik pertama yaitu pada tanggal 14 dan 15 Maret. Kemudian prediksi arus mudik kedua adalah tanggal 18 dan 19 Maret,” ujar Artanto saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Senin, 9 Maret 2026 sore.

Sementara itu, ujar Artanto, puncak arus balik Lebaran juga perkiraan terjadi dalam dua gelombang. “Untuk arus balik atau pasca Idul Fitri ini perkiraan pada tanggal 24 dan 25 Maret dan tanggal 28 dan 29 Maret,” kata Artanto.

Ia menjelaskan, pembagian puncak arus mudik lantaran kebijakan fleksibilitas waktu kerja yang membuat waktu perjalanan masyarakat menjadi lebih longgar.

BACA JUGA: Antisipasi Puncak Arus Mudik-Balik Lebaran 2026, Dua Ruas Tol di Jateng Buka Fungsional

“Prediksi arus ini dipengaruhi oleh pertama adalah kebijakan pemerintah tentang fleksibilitas waktu kerja di mana spare waktunya cukup panjang hampir dua minggu,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga cenderung memilih waktu perjalanan yang berbeda-beda. “Kecenderungan orang akan memilih waktu berangkat yang berbeda. Tidak seperti berapa tahun yang lalu spare waktu kecil sehingga mereka menentukan waktu yang terbatas,” jelas Artanto.

Menurutnya, kondisi tersebut justru memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan sehingga tidak menumpuk pada satu waktu.

“Ini waktu lebih luas. Kemudian adanya pergerakan kendaraan yang terpusat tidak satu waktu. Sehingga kepada masyarakat kami imbau manfaatkanlah waktu ini, space waktu yang cukup lebar ini untuk persiapan arus mudik dan arus balik,” ujarnya.

Polisi Siapkan One Way Lokal dan Pos Terpadu di Kalikangkung

Selain mengantisipasi lonjakan arus mudik, Polda Jawa Tengah juga menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan one way lokal.

Artanto menerangkan, penerapan one way nasional akan dikendalikan oleh Kakorlantas Polri dari Jakarta, sementara Polda Jawa Tengah juga dapat menerapkan one way lokal berdasarkan kondisi lalu lintas.

“Selain adanya one way nasional yang Kakorlantas kendalikan atau dari Jakarta, kami juga melakukan kegiatan one way lokal. Tentunya one way lokal ini berdasarkan diskresi kepolisian,” papar Artanto.

Ia mengatakan penerapan skema tersebut akan dipantau langsung oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah berdasarkan indikator kepadatan arus kendaraan.

“Bapak Dirlantas akan memantau kepadatan arus lalu lintas yang ada di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.

Dalam menghadapi arus mudik Lebaran, Polda Jawa Tengah juga menyiapkan pos terpadu di Gerbang Tol Kalikangkung untuk mengoordinasikan pengendalian lalu lintas.

BACA JUGA: Antisipasi Kecelakaan Saat Mudik, Organda Semarang Minta Ramp Check Bus dan Sopir Bebas Obat Terlarang

“Kami dari Polda Jawa Tengah sudah mempersiapkan pos terpadu di Kalikangkung yang akan mengkoordinasi pos-pos terpadu Polres jajaran lainnya,” kata Artanto.

Selain itu, kepolisian juga menetapkan empat wilayah aglomerasi yang prediksinya menjadi titik kepadatan arus kendaraan.

“Kami sudah merencanakan bahwa menetapkan empat wilayah aglomerasi yang di mana lokasi kepadatan arus lalu lintas untuk mudik dan balik ini cukup padat,” ujarnya.

Empat wilayah tersebut yakni Banyumas, Wonosobo, Klaten, serta wilayah Semarang yang mencakup jalur menuju Ungaran, Demak, dan Jepara. Menurut Artanto, pengendalian lalu lintas tidak hanya terfokus pada jalan tol, tetapi juga pada jalur arteri utama.

“Semua harus dalam pantauan dan dikendalikan oleh pos terpadu Kalikangkung,” katanya.

Polisi Imbau Pemudik Jaga Kondisi Fisik dan Kendaraan

Lebih jauh, Polda Jawa Tengah juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk mempersiapkan kondisi fisik dan kendaraan dengan baik sebelum melakukan perjalanan.

“Persiapkan fisik bagi pengemudinya. Usahakan jangan single fighter supaya tidak mencapai kelelahan yang maksimal,” ujar Artanto.

Ia juga mengingatkan pemudik untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan serta membawa dokumen kendaraan yang lengkap. Selain itu, pemudik mesti mengantisipasi kebutuhan bahan bakar selama perjalanan agar tidak menimbulkan antrean panjang di SPBU.

Artanto juga menyarankan masyarakat memanfaatkan aplikasi chatbot SiPolana yang kepolisian sediakan untuk mengetahui lokasi rest area dan jalur alternatif selama perjalanan mudik.

“Aplikasi itu bisa memberikan informasi di mana rest area tempat istirahat maupun jalur alternatif yang sudah kami persiapkan,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp