Jateng

Polemik BBM Damkar Direspons Wali Kota Semarang, Anggaran Pemeliharaan Armada Rp1,2 Miliar Ditambah

×

Polemik BBM Damkar Direspons Wali Kota Semarang, Anggaran Pemeliharaan Armada Rp1,2 Miliar Ditambah

Sebarkan artikel ini
Polemik BBM Damkar Direspons Wali Kota Semarang, Anggaran Pemeliharaan Rp1,2 Miliar Ditambah
Armada baru Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Masih tersedia sisa anggaran yang cukup sehingga kebutuhan BBM dapat terpenuhi melalui pergeseran anggaran. Saat ini juga tidak sedang terjadi kondisi kedaruratan,” jelasnya.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang, jumlah kebakaran dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan.

Pada 2023 tercatat 489 kejadian, turun menjadi 341 kasus pada 2024, kemudian menjadi 282 kasus pada 2025. Sementara hingga Juli 2026, jumlah kejadian tercatat sebanyak 192 kasus.

Saat ini Dinas Damkar Kota Semarang memiliki 15 unit mobil pemadam. Sebanyak 10 unit digunakan untuk operasional harian, sedangkan lima unit lainnya disiagakan di kantor dalam kondisi siap pakai apabila sewaktu-waktu dperlukan.

Hingga pertengahan 2026 belum pernah terjadi kebakaran yang membutuhkan pengerahan lebih dari delapan unit mobil pemadam. Kondisi tersebut membuat pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

“Kami terus memantau kebutuhan di lapangan dan memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga. Armada harus selalu siap digunakan, sementara kendaraan yang membutuhkan perbaikan juga harus segera ditangani agar kapasitas pelayanan semakin kuat,” ujarnya.

Untuk memperkuat layanan, Pemkot Semarang juga telah mendatangkan tiga armada baru yang selesai Damkar beli pada Juni 2026.

Ketiga kendaraan tersebut terdiri atas mobil pemadam berkapasitas tangki 1.000 liter untuk menjangkau gang sempit, satu mobil rescue. Dan satu minibus penyuluhan yang akan digunakan untuk edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Seluruh armada baru itu rencananya mulai beroperasi pada akhir Juli 2026 guna mempercepat waktu tanggap petugas sekaligus memperluas jangkauan pelayanan.

“Penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada jumlah kendaraan. Kesiapan personel, peralatan, akses menuju lokasi, hingga sumber air juga harus terus di perkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp