SEMARANG, beritajateng.tv – Polemik dugaan penggunaan piagam palsu pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Kota Semarang masih berlangsung. Salah satunya terjadi di SMAN 3 Semarang.
Ketua Panitia PPDB SMAN 3 Semarang, Achmad Fauzan, mengungkap ada 17 siswa yang menggunakan piagam palsu terkait yang mendaftar di SMAN 3 Semarang. Lalu, berdasarkan pengumuman yang keluar pada Senin, 1 Juli malam, nama ke-17 siswa masih ada di daftar siswa yang lolos jalur prestasi.
Pihaknya pun kemudian memutuskan mengambil langkah tengah. Yakni, dengan memisahkan antrean peserta didik yang masih terjanggal masalah piagam dengan peserta didik lainnya.
Pasalnya, Panitia SMAN 3 Semarang masih menunggu proses penyelidikan kasus dugaan piagam palsu. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Inspektorat.
“Nanti anak-anak peserta didik yang ditemukan menggunakan piagam prestasi yang sedang bermasalah, antreannya kami buat setelah tanggal 8, karena dari Inspektorat menyampaikan hasil nanti tanggal 8,” katanya saat beritajateng.tv temui, Selasa, 2 Juli 2024.
Ia menambahkan, secara umum jalannya PPDB di SMAN 3 Semarang berjalan lancar. Adanya kasus dugaan piagam palsu tak begitu menganggu internal sekolah.
Hanya saja, pihaknya memang masih harus menunggu keputusan dari Inspektorat maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah untuk langkah selanjutnya.
“Tetap muncul tapi eksekusinya di daftar ulang, artinya memang saat daftar ulang ada perlakuan khusus, antreannya kita akhirkan karena menunggu penyelidikan,” sambungnya.
SMAN 3 Semarang lakukan tes pada siswa jalur prestasi
Lebih lanjut, SMAN 3 Semarang merupakan salah satu SMA favorit di Kota Semarang. Tak heran jika banyak siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah berjuluk Smaga tersebut.
Fauzan pun menuturkan jika pihaknya terbuka jika nantinya hasil penyelidikan memutuskan untuk tidak menganulir pendaftaran siswa terkait. Sebab, Panitia PPDB SMAN 3 Semarang juga telah melakukan tes praktik kepada semua pendaftar du jalur prestasi.
Sehingga, pihaknya merasa tak ada masalah berarti kepada ke-17 siswa selain karena piagam yang masih terganjal.
BACA JUGA: Dinas Pendidikan Lakukan Evaluasi Pasca Viralnya Dugaan Piagam Palsu Saat PPDB SMA di Semarang
“Udah kami tes, mereka yang pakai piagam hampir semuanya di sini verifikasinya, saat kami tes mereka memang main di posisinya dan memang bisa,” tekannya.
Ia pun berharap, pihak berwenang seperti Disdikbud Jawa Tengah maupun Inspektorat dapat menghasilkan win-win solution.
“Artinya, dari pihak calon peserta didik tidak dirugikan, untuk sekolah yang menerima juga tidak dirugikan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





