Sampai dengan triwulan pertama 2022 realisasi sumur pengeboran eksplorasi mencapai 5 sumur, dan jika dibandingkan dengan realisasi pada triwulan yang sama tahun 2021 sebanyak 4 sumur, maka capaian pengeboran sumur eksplorasi secara year on year (YoY) mencapai 125 persen.
Adapun sampai dengan April 2022, capaian pengeboran sumur eksplorasi sudah mencapai 7 sumur atau sebesar 31 persen cari target tahun ini.
“Melihat capaian program pengeboran di triwulan pertama 2022, maka kami optimis capaian realisasi pengeboran sumur eksplorasi di tahun ini akan lebih baik”, terang Julius.
Lebih lanjut Julius menyampaikan bahwa dengan semakin terkendalinya pandemi Covid-19, serta pelonggaran mobilitas maka pada triwulan kedua SKK Migas dan KKKS akan meningkatkan mobilitas untuk pelaksanaan program pengeboran sumur eksplorasi.
“Jika ditahun 2021 koordinasi dengan KKKS mayoritas dilakukan secara online, sehingga kendala-kendala dilapangan tidak terpotret secara menyeluruh, maka dengan koordinasi secara offline yang lebih banyak ditahun ini, maka kami yakin kendala yang ada dapat diselesaikan lebih baik dan lebih cepat sehingga target pengeboran sumur eksplorasi di tahun 2022 optimis dapat direalisasikan sepenuhnya”, pungkas Julius.
Sebelumnya, SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) – Premier Oil Andaman Limited telah melaksanakan Sosialisasi pengeboran sumur Timpan-1 kepada pemangku kepentingan baik di Provinsi Aceh maupun Kabupaten/Kota yang menjadi daerah operasional Premier Oil Andaman antara lain Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Bupati Aceh Utara, Bupati Bireun, Walikota Lhokseumawe, Danlanal Lhokseumawe, Panglima Laot dan stakeholder terkait lainnya.
Tidak hanya koordinasi dengan pemangku kepentingan, SKK Migas – Premier Oil Andaman sebelum pelaksanaan pengeboran juga telah melakukan berbagai program pengembangan masyarakat disekitar daerah operasi dengan memberikan bantuan Paket Sembako Ramadhan ke Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe.





