“Yang kedua, harus ada regulasi dari sisi ini. Iklan politik itu harusnya beda sama iklan tempe penyet, gitu kan? Kalau jualan ya tidak apa-apa,” tuturnya.
“Tapi kalau politik kan seharusnya tidak beriklan ya. Karena kalau politik boleh beriklan, akhirnya hanya uang yang driving itu,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





