SEMARANG, beritajateng.tv – Sosok Indri Wahyuni tengah menjadi sorotan usai menjadi juri dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Indri Wahyuni menjadi perhatian publik setelah pernyataannya kepada peserta lomba menuai kontroversi di media sosial.
Perdebatan bermula saat peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait anggota BPK yang dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden.
Namun, juri bernama Dyastasita justru memberikan pengurangan nilai lima poin karena menganggap jawaban tersebut salah.
BACA JUGA: Ramai Diincar Warganet, Daftar Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Viral
Tak lama kemudian, regu lain memberikan jawaban serupa dan juri menyatakannya benar. Situasi ini memicu protes dari peserta SMAN 1 Pontianak yang merasa jawabannya sesuai.
Sayangnya, protes tersebut tidak mengubah keputusan dewan juri. Dalam video yang viral di media sosial, Indri Wahyuni justru menegaskan bahwa artikulasi peserta menjadi tanggung jawab masing-masing peserta saat menjawab pertanyaan.
Pernyataan itu langsung memancing reaksi warganet. Banyak pengguna media sosial menilai panitia dan juri seharusnya mengevaluasi kembali jawaban peserta secara objektif sebelum memberikan penalti poin.
Jabatan Indri Wahyuni di MPR RI
Berdasarkan informasi dari laman resmi MPR RI, Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI.
Dalam posisinya tersebut, Indri bertugas mendukung program sosialisasi Empat Pilar MPR RI ke berbagai daerah di Indonesia.
Fakta Kontroversi LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar
Berikut sejumlah fakta yang membuat nama Indri Wahyuni menjadi sorotan publik:
- Jabatan: Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI
- Ajang: Final LCC 4 Pilar MPR RI Tingkat Kalimantan Barat 2026
- Kontroversi: Pernyataan terkait artikulasi peserta dan pembelaan terhadap keputusan juri
- Sorotan publik: Warganet meminta evaluasi sistem penilaian dan klarifikasi dari pihak MPR RI





