Lebih lanjut, Ratna menyebut program ini telah berjalan dari tahun 2019. Hingga saat ini, sudah ada 140 UMKM binaan pihaknya dari program export coaching. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 UMKM sudah go internasional.
“Dari tahun 2019 sudah ada 140 UMKM binaan kami, 73 di antaranya sudah ekspor. Jadi lebih dari 50 persen sudah go internasional,” bebernya.
Negara-negara tujuan ekspor tersebut yakni berbagai wilayah benua Eropa, Asia, dan Amerika. Produk makanan olahan asli UMKM Jateng pun menjadi yang utama dalam program tersebut.
“Produk makanan olahan yang utama, yang saat ini kita lakukan pendampingan. Beberapa waktu kemarin itu ke benua Asia seperti China, Taiwan dan Jepang,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





