EkbisJateng

Program Export Coaching Bantu UMKM Jateng Go International, Disperindag Jateng Ungkap Penjualan Tembus Eropa

×

Program Export Coaching Bantu UMKM Jateng Go International, Disperindag Jateng Ungkap Penjualan Tembus Eropa

Sebarkan artikel ini
stok beras Jateng
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah Ratna Kawuri saat ditemui usai pengarahan Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat, 7 September 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Usaha Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus berbagai pihak dorong untuk naik kelas, salah satunya dengan meningkatkan jumlah ekspor ke mancanegara.

Tak terkecuali Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng yang turut serta memajukan UMKM, yakni dengan mengadakan program pelatihan bertajuk ‘export coaching’.

Kepala Disperindag Jateng Ratna Kawuri menyebut program export coaching merupakan program kerja sama antara Disperindag Jateng dan Kementerian Perdagangan. Hal itu tersampaikan oleh Ratna saat beritajateng.tv hubungi melalui sambungan WhatsApp, Senin 6 November 2023.

Pihaknya menambahkan, pelatihan itu berupa pendampingan pada UMKM yang berorientasi ke arah ekspor.

Tak hanya sebatas melakukan pendampingan, pihaknya juga mencarikan pasar di luar negeri agar UMKM secara langsung dapat menjajakan produknya.

“Itu program pendampingan yang terfasilitasi, kerjasama program antara Disperindag dan Kementerian Perdagangan. Bentuk kegiatannya pendampingan kepada para UMKM yang berorientasi ekspor,” terang Ratna.

Terdapat beberapa tahapan untuk mengikuti pelatihan tersebut. Dari informasinya, para pelaku usaha akan mendapat pendampingan selama satu tahun yang melalui seleksi awal. Adapun pelatihan tersebut mulai dari edukasi terkait eskpor produk, perizinan, packaging, dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Mbak Ita Dorong UMKM Miliki Semangat Naik Kelas, dari Lokal Go Global

“Tahapannya sosialisasi dulu terkait regulasi, kemudian bagaimana bertransaksi, pengenalan-pengenalan perizinan lalu sertifikasi seperti itu. Ada tahapan-tahapannya, tidak hanya sekadar UMKM pengin ekspor terus latihan lalu selesai, itu enggak,” tegasnya.

Sediakan 30 kuota untuk UMKM

Ratna menyebut, Disperindag Jateng menyediakan 30 kuota untuk UMKM. Menurutnya, sebanyak 500 pelaku usaha mendaftar setiap tahunnya. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan seleksi yang cukup ketat.

“Kuotanya 30, yang berminat akses ke link kami itu ada sekitar 500-an. Makanya kita lakukan seleksi, dari kelayakan usahanya ada, dari komitmen atau karakter pelaku usaha juga jadi poin tambahan,” sambung Ratna.