SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar tebus paket suka suka bagi warga terdampak banjir di tiga kecamatan. Warga bisa membayar sukarela atau seikhlasnya untuk mendapatkan beras 2,5 kg.
Seperti Aslamiah, warga kelurahan Siwalan, RT 9/3 yang tampak sumringah usai membayar Rp 5.000 untuk menebus beras 2,5 kg.
“Alhamdulillah, saya senang sekali bisa beli beras 2,5 kg dengan bayar hanya Rp 5000, seikhlasnya. Dengan ini sangat terbantu,” kata dia.
Ia mengaku, biasanya membeli beras Rp 16.000 per kg, namun dengan tebus suka suka ini bisa mendapatkan beras jauh lebih terjangkau. “Terima kasih untuk pemerintah sudah membuat program ini,” katanya.
Senada, Sriyani, warga kelurahan Pandean Lamper, kecamatan Gayamsari ini juga bersyukur bisa ikut tebus murah bayar seikhlasnya.
“Alhamdulillah bisa nebus murah, meskipun sekarang beras mahal. Ini tadi bayar Rp. 5000. Semoga bantuan seperti ini lebih masif lagi, jangan hanya di kelurahan tapi di RT RW juga,” jelasnya.
Program Tebus Suka Suka Pemkot Semarang
Sementara itu, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, kegiatan tebus suka suka berlangsung di tiga kecamatan. Yakni di kecamatan Genuk, kecamatan Gayamsari dan di kecamatan Semarang Utara.
“Tentunya ini akan bisa bermanfaat bagi masyarakat terdampak banjir. Semoga menjelang hari raya Idul Fitri ini, bisa membantu masyarakat terdampak dan menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan lebaran,” imbuh Mbak Ita, sapaannya.
Hal ini ia sampaikan saat kegiatan tebus suka-suka di Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Rabu 3 April 2024.
Menurutnya, tujuan dari tebus suka suka, sebenarnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa meski dalam kondisi terdampak banjir masih bisa berbagi.
“Mau itu Rp 1000, Rp 5000 itu semua hasilnya (tebus suka-suka,Red) akan Pemkot salurkan ke PMI,” terangnya.
Mbak Ita menambahkan, untuk tebus suka suka ini memakai sistem kupon untuk warga terdampak di kelurahan Gayamsari.
“Kemarin di kecamatan Genuk, ada 450 pack beras Pemkot dan dari kecamatan ada 250 pack. Jadi ada 700 pack. Sedangkan hari ini di Gayamsari, ada 400 pack beras. Namun, ada paket bantuan juga dari Semarang Berbagi, serta paket sembako gratis juga. Jadi ini di mix semua,” terangnya.
Ia menyebut, tebus suka-suka ini secara tidak langsung bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Terlebih, ada pula kegiatan Pak Rahman (Pasar Rakyat Murah dan Aman). “Dengan GPM dan Pak Rahman ini, bisa menekan inflasi, sehingga Semarang jadi kota IHK terendah di Jawa Tengah,” sebutnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





