SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang kini menghadapi larangan transfer pemain setelah FIFA menjatuhkan sanksi. Klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu menjadi tim keenam di Liga Indonesia yang mendapat sanksi serupa.
Sebelumnya, lima klub telah lebih dulu masuk daftar, yakni Persik Kediri, PSM Makassar, Persiwa Wamena, Sada Sumut FC, dan Kalteng Putra.
FIFA tidak merinci penyebab pasti sanksi untuk PSIS. Namun, dugaan kuat mengarah pada persoalan finansial, terutama soal tunggakan gaji pemain.
Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, larangan transfer biasanya muncul karena gagal memenuhi kewajiban pembayaran, pemutusan kontrak tanpa alasan kuat, atau keterlambatan dalam penyelesaian pembayaran.
BACA JUGA: Akumulasi Kartu Kuning, Gali Freitas Tak Bisa Perkuat PSIS Hadapi Persik
Sanksi ini berlaku di tingkat nasional dan internasional. Artinya, klub tidak boleh mendaftarkan pemain dari transfer domestik maupun luar negeri hingga tiga periode ke depan.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah menerima pemberitahuan dari PSSI.
“Kami dapat tembusan dari PSSI, tetapi secara lisan sudah kami sampaikan, bukan hanya PSIS, ada PSM dan Persik,” tutur Ferry, belum lama ini.
Ia mengatakan bahwa komunikasi telah dilakukan dengan PSIS, Persik, dan PSM guna menyelesaikan persoalan tersebut.
BACA JUGA: Latihan Selepas Lebaran, PSIS Siap Tempur Lawan Persik
“Kami sudah bicara dengan tiga klub itu. Kami tahu letak masalahnya, dan kami rasa masih bisa terselesaikan,” ungkapnya.
Ferry menambahkan bahwa PT LIB siap memberikan dukungan penuh bagi klub Liga 1. Bantuan ini tidak hanya soal komunikasi, tapi juga solusi jangka panjang termasuk dukungan finansial.
“Kontribusi ke klub akan meningkat seiring perkembangan liga. Kalau klub kesulitan, kami siap bantu,” tegasnya.
Ferry juga menyampaikan bahwa sumber daya PT LIB akan difokuskan untuk membantu klub agar tantangan serupa tak terulang. (*)





