DEMAK, 15/3 (beritajateng.tv) – Puluhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kabupaten Demak mengikuti Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
Ini untuk pendidikan kesetaraan yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Demak, Rabu (15/3/2023).
Kegiatan IKM untuk pendidikan kesetaraan diselenggarakan sebagai bentuk sinergitas antara bidang Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Dindikbud Kabupaten Demak dengan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Demak.
Para peserta antusias mempelajari materi dan mengolah berbagai platform digital berkaitan dengan pembelajaran berbasis kurikulum merdeka.
BACA JUGA: Perkuat Literasi Numerasi, 108 Guru SMP Semarang Ikuti Lomba Kompetensi STEM di MAJT
Pratama Kholil, Pendamping IKM Jawa Tengah yang menjadi narasumber mengatakan bahwa berdasarkan observasi awal materi oleh satuan pendidikan PKBM di Kabupaten Demak saat ini membutuhkan pendampingan untuk berbagai platform IKM.
“Materi yang tersampaikan sekaligus praktik hari ini adalah aktivasi akun belajar.id , pendaftaran IKM dan pengenalan PMM, akses hasil rapor pendidikan dan E-rapor,” tutur Pratama.
Dra. Afida Aspar, MM. Kabid Pembinaan PAUD dan PNF mengapresiasi satuan pendidikan yang antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hingga sore hari ini.
“Alhamdulillah, sudah 70 persen lebih PKBM yang berhasil login PMM. Ada peningkatan secara signifikan dari tahun 2022 kemarin,” ungkapnya.
BACA JUGA: Temu 10 Ribu Guru PAUD dan TK di Semarang, Ahmad Luthfi Harap Pengajar jadi Teladan Bentuk Karakter Anak
Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Demak, Kusfitria Marstyasih, mengatakan target semua PKBM untuk bisa mengikuti perkembangan kurikulum.
Meski demikian, Kusfitria menyadari tantangan dan hambatan yang tak ringan selalu menghantui PKBM.
“Tantangan terberat bagi kami adalah memotivasi diri sendiri agar mau berusaha meningkatkan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan (PTK),” ucapnya.





