SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2024 di Agro Wisata Sodong.
Plt Kepala DP3A Kota Semarang, Noegroho Eddy Rijanto mengatakan, puncak HAN 2024 kali ini mengambil tema ‘Anak Hebat, Siap Lawan Stunting’.
Kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai kegiatan. Antara lain pembacaan suara anak, pentas seni, flashmob cuci tangan pakai sabun dan lomba memasak kudapan pencegah stunting. Tak hanya itu, ada pula stand edukasi stunting dan dolanan tradisional anak.
BACA JUGA: DP3A Kota Semarang Peringati Hari Anak Nasional dengan Berbagai Lomba Kreasi
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut, peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Semarang kali ini berlangsung dengan luar biasa. Melibatkan berbagai OPD dan stakeholder di Ibu Kota Jawa Tengah.
“Kegiatan kali ini sangat luar biasa berkat kolaborasi antar OPD dengan Anantaka, APSAI (Asosiasi Pengusaha Sayang Anak Indonesia). Forum Anak Kota Semarang dan di dukung oleh berbagai stakeholder termasuk Unicef,” kata Mbak Ita, Minggu 11 Agustus 2024.
Mbak Ita mengatakan, anak-anak yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan. Apalagi dengan keterlibatan Koordonator Satuan Pendidikan (Korsatpen) dalam acara.
“Dari Korsatpen, ada ibu bapak guru yang juga memasak untuk anak-anak. Jadi ini adalah menu yang bergizi yang di bagikan kepada anak-anak yang datang hari ini,” ujarnya.
Menurut Mbak Ita, Agro Wisata Sodong di pilih sebagai lokasi puncak Hari Anak Nasional karena pihaknya ingin memperkenalkan sejarah. Sekaligus membawa anak-anak merasakan keseruan belajar di alam.
Agro Wisata Sodong Untuk Belajar Sejarah
“Kenapa anak-anak saya ajak berkegiatan di sini, karena agar anak-anak mengenal alam. Kegiatan kan tidak hanya ada ditengah kota, di tempat indoor. Tapi anak-anak juga perlu tahu destinasi wisata sekaligus mengenal sejarah karena ada Tugu Dandang,” imbuhnya.
Selanjutnya, kata Mbak Ita, anak-anak juga bisa menikmati masakan bergizi yang di buat oleh para guru antar Korsatpen yang berlomba.





