Kesehatan

Ramai Penolakan Vaksinasi Polio, Pakar Unnes: Perlu Cakupan 100 Persen Agar Satu Negara Kebal

×

Ramai Penolakan Vaksinasi Polio, Pakar Unnes: Perlu Cakupan 100 Persen Agar Satu Negara Kebal

Sebarkan artikel ini
vaksinasi vaksin meningitis | Aulia Dokter
Ilustrasi alat suntik. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Organisasi Kesehatan WHO pernah menyatakan Indonesia bebas penyakit polio pada tahun 2014 silam. Hampir 10 tahun berlalu, kini kasus polio kembali muncul.

Bermula dari tiga anak di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dilaporkan menderita lumpuh layu akut (acute flaccid paralysis/ AFP) yang disebabkan oleh Virus Polio Tipe 2. Pemerintah kini menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) polio.

Untuk menanggulanginya, sejak 15 Januari 2024 kemarin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pakar epidemiologi dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Dr. dr. Mahalul Azam, M.Kes, mengatakan, munculnya kasus polio setelah sekian lama seakan menjadi alarm bagi pemerintah. Pasalnya, Indonesia digadang-gadang memiliki cakupan imunisasi tinggi selama ini.

“Makanya kampanye vaksinasi terkait polio harus masif dilakukan, dan masyarakat harus menerima,” ucap dr. Azam saat beritajateng.tv hubungi, Sabtu, 20 Januari 2024.

BACA JUGA: Bocah SD Hanyut di Sungai Wonotingal Semarang, Teriakan Minta Tolong Sempat Terdengar Warga

Hingga saat ini, lanjut Azam, tak sedikit orang tua yang masih menolak pemberian vaksin pada anaknya. Padahal, imunisasi polio merupakan imunisasi wajib dasar lengkap untuk anak.

Salah satu alasannya, lantaran masih banyak mitos vaksinasi yang menghantui masyarakat. Seperti ragu akan kehalalanya, hingga takut akan efek samping vaksinasi yang timbul.

“Mungkin harus ada pemahaman yang komprehensif. Jadi mitos-mitos yang beredar perlu dinetralkan. Mitos kedua, mungkin karena ada efek samping. Padahal, efek samping vaksin polio kan masih minim sekali, karena tidak pakai suntikan juga,” sanggah Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNNES itu.

Manfaat vaksinasi polio

Lebih lanjut, dr Azam menekankan bahwa vaksinasi polio memiliki banyak manfaat kesehatan tubuh. Mulai dari perlindungan tubuh dari penyakit hingga membantu tumbuh kembang anak.

Namun, untuk mendapatkan manfaat vaksinasi polio secara maksimal, perlu kesadaran dari seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut karena dalam melawan virus polio, cakupan imunisasi polio dalam satu wilayah harus terpenuhi.

“Secara komunitas, kalau semua orang percaya 100 persen dengan vaksinasi polio, maka akan ada perubahan. Jika satu komunitas percaya, maka negara itu kebal semua terhadap polio,” jelasnya.

Menurutnya, penyebaran virus polio bisa terhenti dan tidak ada korban lanjutan jika seluruh pihak kompak bekerja sama. Oleh karena itu, dr Azam mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat mematuhi anjuran atau peraturan yang pemerintah buat, khususnya soal Sub PIN Polio.

BACA JUGA: Waspada Status KLB Polio, Begini Cara Penyebaran dan Pencegahannya Menurut Pakar Unnes

“Prinsipnya kita semua sebagai warga masyarakat harus mengikuti program yang sudah pemerintah putuskan, semoga masyarakat bisa antusias mensukseskan program Sub PIN Polio itu kepada anak-anaknya,” pungkas dr Azam.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp