‘’Kami dapat banyak masukand ari akademisi, seperti stimulan, penanganan rob banjir, bad images seperti hal yang meskipun tidak benar kalau di beritakan terus menjadi kebenaran, ada juga masukan untuk membuat seperti ILC di Jateng,’’ katanya.
Di Semarang, lanjut dia, investasi yang di anggap seksi saat ini adalah perdagangan barang dan jasa, terutama perdagangan kuliner. Di susul, investasi industri. Hingga Mei 2023, realisasi investasi sudah mencapai sekitar 30 persen atau Rp 8,6 triliun dari target Rp 25,6 triliun.
“Investasi terbaru superblock di pesisir dan hotel berbintang di daerah Gombel,” bebernya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





